Berita Pendidikan

Mahasiswa UGM Raih Emas ITEX 2019 di Malaysia

YOGYA (RE) – Lima orang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), meraih Gold Medal dan Taiwan Special Award pada World Young Inventors Exhibition di acara International Invention, Innovation & Technology Exhibition (ITEX) 2019 di Malaysia.

Mereka berhasil meraih dua penghargaan tersebut atas pengembangan aplikasi rekam medis yang juga dikembangkan sebagai aplikasi manajemen bencana. Melalui aplikasi ini, pasien atau tenaga media dapat melihat rekam medis pasien sebelumnya.

Aplikasi yang dinamai Jejak Medis ini dikembangkan oleh Eka Hafsari (Manajemen-Sekolah Vokasi), Nadya Anggraini (Rekam Medis-Sekolah Vokasi), Aziz Qomarul Firdaus (Teknologi Rekayasa Internet-Sekolah Vokasi), Fairuz Khairunnisa (FKKMK), serta Haris Hendrik (Fakultas Kehutanan).

Nadya mengatakan, aplikasi ini dikembangkan berdasarkan kondisi di Indonesia saat ini. Beberapa wilayah di Indonesia merupakan daerah rawan bencana. Saat bencana terjadi, tentunya banyak relawan dan tenaga medis yang akan berada di sana.

Selama ini penanganan korban bencana, tidak pernah melihat rekam medis korban sebelumnya. Tindakan tersebut dapat menimbulkan adanya aktivitas mal praktek dan bahkan kematian. Sementara, saat ini juga rekam medis hanya ditulis di atas kertas dan dimiliki oleh pihak dokter atau RS saja.

Dengan aplikasi ini, rekam medis pasien dapat dilihat secara digital. Selain mempermudah proses penanganan pasien, hal ini juga dinilai dapat menghemat kertas dan membantu menjaga lingkungan. Untuk mengakses aplikasi ini, pasien diminta untuk memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) agar tidak ada akun ganda.

Tenaga medis juga diminta untuk memasukkan Nomor Induk Pegawai (NIP) untuk mencegah adanya tenaga medis palsu. Selain dengan menggunaka NIP, Nadya mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk mendapatkan data tenaga medis dan relawan yang terpercaya.

Selain informasi mengenai rekam medis, aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur disaster management. Fitur tersebut terisi dua pilihan, pra – bencana berisi informasi umum. Saat bencana, info mengenai daerah – daerah rawan bencana di dekat kita, dan pasca bencana yang berisi pilihan untuk konsultasi.

Saat ini aplikasi tersebut belum bisa ditemukan di Playstore karena masih dalam tahap pengembangan. Meski begitu aplikasi ini mendapatkan apresiasi yang sangat baik, karena merupakan inovasi penggabungan rekam medis dan manajemen bencana. (Chika/ Radio Edukasi/ BPMRPK/ Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar