Berita Pendidikan

10 Tokoh Politik Terpopuler Selama Pemilu 2019

YOGYA (RE) – Center for Digital Studies (CfDS) merilis hasil risetnya bertajuk 10 tokoh politik paling popular sepanjang Pemilu 2019. Riset dilakukan dalam kerangka waktu 17 Januari hingga 16 Mei kemarin.

Selama masa pemilu muncul ‘influencer’ atau tokoh politik di media social dari kedua pasangan calon. Setiap tokoh memiliki perannya masing – masing dalam mengkampanyekan atau mengemukakan pendapat tentang dua pasangan calon.

Riset dilakukan berdasarkan popularitas tokoh politik di twitter, dengan melihat dari jumlah twets yang diunggah dan engagement yang di dapat. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan aplikasi Python nltk dan Nvivo.

Media twitter sendiri dipilih karena dinilai memiliki resonansi paling besar daripada media lainnya. Meskipun facebook merupakan media social yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia, namun informasi dari twitter merupakan yang paling banyak dibagikan ke media lainnya.

Dari 109 akun twitter yang diteliti, CfDS mengeluarkan 10 nama yang dinyatakan paling popular selama gelaran Pemilu. Delapan diantaranya merupakan tokoh politik dari pasangan calon nomor dua.

Posisi pertama ditempati oleh Presiden Joko Widodo dengan 345 tweets dan 11,37 Juta pengikut. Sementara posisi nomor dua di isi oleh Sandiaga Uno dengan 1.276 tweets dan 1,57 juta pengikut. Meskipun berada di posisi nomor dua, namun engagement yang di dapat Sandiaga Uno lebih besar, sebanyak 5,67 juta atau dengan kata lain 4 kali lebih banyak dari jumlah followersnya.

“Cuitan yang menghasilkan engagement tinggi umumnya didominasi oleh cuitan yang terpersonalisasi atau bahasa, ungkapan, dan tone cuitan senada dengan individu pemilik akun di dunia nyata," Ucap Iradat Wirid, peneliti CfDS, dalam jumpa pers di Fisipol UGM, Selasa (21/5/2019).

Strategi media social juga dinilai menjadi kunci popularitas tokoh politik. Dalam hal ini, seseorang harus menekankan pentingnya mengunggah konten yang berkualitas dan tepat dengan sasaran target audiens. (Chika / Radio Edukasi/ BPMR/ Kemdikbud) 

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar