Artikel

Wedding Planner, Solusi Jitu Merencanakan Pernikahan

Bagi sebagian besar orang, pernikahan menjadi salah satu peristiwa paling penting dalam kehidupan mereka. Mengingat pernikahan merupakan momen sekali seumur hidup, maka mempersiapkan pesta pernikahan biasanya merupakan hal yang pertama kali dilakukan oleh pasangan calon pengantin. Bingung, tak tahu harus memulai dari mana, terlebih bila calon mempelai pria dan wanita sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Pada saat seperti inilah diperlukan bantuan mereka yang professional, yang telah mengerti dengan baik segala persiapan yang harus dilakukan. Salah satu solusi untuk membantu mengatur hal tersebut adalah menggunakan wedding organizer. Mereka dapat membantu para calon pengantin memilih vendor yang pasangan impikan.

Hal itu diungkapkan oleh Rifqi Hendra, biasa disapa Rifqi, Owner DG Wedding Management, saat mengisi program bincang-bincang liveBerani Bicara” di Radio Edukasi Kemdikbud, pada Selasa 26 November 2019, pukul 15.00 WIB. Pada kesempatan itu  Rifqiz menceritakan tentang awal ketertarikannya pada bidang wedding planner

“Ok, dulu saya masuk 2013 terjun ke wedding, sebetulnya tidak sengaja ya tapi waktu itu kerja dulu di event organizer tapi memang khusus diwedding organizercum memang pasarannya yang middle up ya, setelah beberapa tahun kok pasar wedding itu kok “gurih “ya  peluangnya besar, dan saya pikir tidak terdistrubsi sama teknologi karena akan ada terus dan di Indonesia pasti akan mengadakan terus, itu yang jadi pertimbangan utama,” ujarnya.

Selanjutnya Rifqi menjelaskan peluang pasar wedding organizer semakin berkembang.

“Sekarang banyak sekali yang bisnis Wedding Oraganizer, ya karena faktor pasar yang cukup “gurih” kemudian segmennya pun cukup luas sekali dari yang paling bawah, menengah,  sampai yang masyarakat premium, jadi memang mereka butuh itu, dan saya rasa di Yogyakarta sendiri cukup banyak sekali,“ ujarnya.

Ketika disinggung tentang  mengapa memilih bisnis wedding organizer, Rifqi mengatakan karena variabelnya banyak.

“Jadi kan kalau wedding kan variabelnya banyak, tidak hanya mengorganize saja jadi ada catering, ada dekorasi, ada fotografi dan sebagaimya, jadi disatu event itu ada banyak bidang yang terlibat jadi satu, nah kadang-kadang kami diberikan satu kesempatan pada klien terserah aja dech, saya pasrah aja yang penting semuanya lancar disiapkan dari awal sampai akhir, nah itu jadi lahan juga bagi kita yang penting amanah saja, tapi memang karena di satu event ini variablenya banyak sekali, sehingga banyak orang yang terjun didunia wedding, dan ini menantang sekali,“ katanya.

Selanjutnya Rifqi menambahkan pengalaman berkesan mengerjakan wedding di Semarang.

“Waktu itu saya ngerjakan wedding di Semarang saat mengerjakan wedding orang Batak, kebetulan yang punya hajat ini  pejabat tinggi, ternyata upacara adat Batak ini kan panjang sekali dari jam 4 pagi kita sudah siap make up dan sampai jam 12 malam, tidak berhenti acaranya,  kemudian ada prosesi adat yang mengalungkan kain ulos dan karena itu harus dengan semua keluarga yang banyak ya mau tidak mau ya harus mengalungkan, itu yang jadi waktunya sangat panjang, itu jadi event yang paling panjang sih, “ katanya.

 

Selanjutnya Rifqi masih menjelaskan  tentang pengalaman menarik mengerjakan event wedding.

“Waktu itu si klien, orang tuanya sudah sudah bercerai, tetapi pengin ayah dan ibunya tetap hadir, sehingga yang sungkeman itu satu atau dua kali, sampai-sampai sungkemannya tiga pasang, nah kami sebagai WO sebenarnya merasa nggak enak, artinya kami lebih ke menjaga semuanya mas, supaya tetap acara berjalan lancar, prosesi juga berjalan lancar, dan tidak menyinggung salah satu pihak, itu sih , memang fungsi WO sebagai kepanjangan tangan klien, memang harus juga bisa negahi gitu mas, kita harus bisa berbesar hati,“ ujarnya.

Rifqi juga menambahkan tentang dukanya mengerjakan acara wedding.

“Dikomplain, malah dari keluarganaya, mungkin karena si pengantin ini keluarganya besar, dan semua dipasrahkan WO, tapi kadang-kadang banyak keluarga-keluarga yang ingin ikut andil, sebenarnya niatnya baik, tapi kadang-kadang kalau kita menuruti semua keinginan malah jadi tidak baik, nah kita sering dikomplain disitu mas, ya tapi harus dihadapi,” katanya.

Selanjutnya Rifqi menyampaikan tentang kiat-kiat untuk mempertahankan eksistensi bisnis Weding Organizer ditengah persaingan yang tajam.

“Ok, yang pertama karena wedding organizer itu bisnis jasa, pada akhirnya yang dilihat adalah kepercayaan dulu, bahwasannya bisnis WO ini bisa dipercaya, kemudian yang kedua timeline, sesuai dengan jadwal, misalnya kan ada meeting tanggal sekian, atau akan ada pertemuan tanggal sekian itu harus ditepati, kalau sudah dipercaya pasti akan repeat order lagi, yang berikutnya harus ada inovasi, karena ini bisnis jasa, maka good looking itu nomor satu, sehingga saya kalau cari crew pasti yang minimal rapi, kalaupun tidak ganteng atau tidak cantik harus rapi,  dan memang itu wajib, rambut harus klimis, kemudian necis, wangi gitu kan, itu pasti standar dari saya, jangan sampai asal-asalan,” ungkapnya.

Rifqi mnyampaikan juga tentang ciri pembeda dari DG Management dengan Wedding Organizer yang lain.  

“Kami crewnya muda semua, milenial semua tapi yang sudah matang, artinya komunikasinya sudah baik, minimal sudah pernah bekerja, jadi man powernya skillnya harus kuat sekali, skillnya bagus, komunikasinya bagus, kooperatif, punya jiwa melayani, kemudian tidak kaku, saya mengajarkan kepada teman-teman, ya karena kita sebagai kepanjangan tangan mereka kita harus melayani,” katanya.

Selanjutnya Rifqi menambahkan tentang budget atau biaya apabila menggunakan jasa DG Management, rangenya sekitar 5 sampai 15 juta, tergantung jumlah tamu, man power yang kami sediakan.

“Ok, rangenya antara 5 sampai 15 juta tergantung jumlah tamu, man power yang akan kami sediakan, karena ada beberapa event yang sampai kita harus mengurusi penjemputan di stasiun, bandara, pemesanan hotel itu kan juga nilainya tinggi tapi rata-rata di 5 sampai 15 juta, cuma kalau diambil tengahnya untuk Yogyakarta ya sekiatr 7,5 juta,” uangkapnya.

Rifqi menambahkan kiat-kiat  promosi agar bisnis Wedding Organizernya dikenal orang.

“Ada dua, strategi marketing, offline tetap jalan,  Online juga jalan,  untuk offline itu kami pasti kirim brosur ke gedung, kirim kartu nama, sebisa mungkin kerjasama engan pihak gedung, sehingga akan ada kemungkinan calon-calon klien yang sudah booking gedung itu belum punya jasa WO, kemudian kedua kita kerja sama denagn vendor-vendor wedding, kemudian strategi online melalui instagram, kita post foto-foto,” katanya.

Selanjutnya Rifqi mengatakan kriteria acara wedding yang ditangani sukses adalah adanya testimoni tanpa diminta.

“Memberikan testimoni tanpa diminta, kalau si pengantin atau orangtua itu turun dalam keadaan capek, dan berdiri dari pagi berjam-jam, dan kemudian nyalami, mengucapkan terimakasih sudah dibantu acaranya, itu kan sesuatu yang menyenangkan dan bagi saya itu adalah kesusksesan,” ungkapnya.

Sebelum mengakhiri sesi wawancara, Rifqi menyampaikan pesan-pesan bagi Insan Edukasi yang ingin terjun ke dunia Wedding Organizer.

“Ok, kenali lagi bahwa didunia wedding organizer basisnya adalah hospitality atau melayani, man powernya dulu harus dibangun, mulai dari komunikasinya, penampilannya, kemudian baru ditingkatkan skillnya, yaitu cara berkomunikasi, bicaranya, bahasa isyarat atau kode-kode, mulai ikut ke event-event yang mengededpankan etika, artinya kalau kita mendapatkan jatah melayani tamu yang punya jabatan tinggi pastikan pembawaannya juga harus beda, jadi mulailah ikut event-event yang mengedepankan etika, kemudian jangan capek untuk belajar, dan kunci sukses dari bisnis wedding organizer ini adalah jaga kepercayaan, reputasi itu penting banget, reputasi kita sekali hancur itu habis kita, tapi karena ini bisnis kepercayaan, yang harus dijaga adalah reputasi, nama baik, satu kali hancur untuk mengembalikan kepercayaan itu ya susah,” pungkasnya. (Yudha Wijasena / Radio Edukasi/BPMRPK Kemendikbud)

This post has 1 Comments

  1. Nadya Swasana | Rabu, 23 November 2022

    HALO CALON PENGANTIN, penting banget nih buat dibaca saat mempersiapkan pernikahan! Swasana seskoad grandballroom memiliki all in package yang sudah termasuk: 1. Catering 2. Dekorasi 3. Makeup & Attire 4. Music Entertainment 5. Photo & videography 6. Upacara Adat 7. Wedding planner, Wedding consultant 8. Wedding organizer 9. Wedding car Ga perlu keribetan lagi mempersiapkan pernikahan, tinggal duduk manis sambil membayangkan dream wedding kalian Untuk survey venue dan

Kirim Komentar