Artikel

Gelaria Menjadi Media Pendukung Pembelajaran di PAUD

Anak usia dini usia 0-6 tahun tingkat perkembangan kecerdasannya berada pada masa emas. Study longitudinal bloom menyebutkan bahwa anak usia 4 tahun kapasitas kecerdasannya sudah mencapai 50 % ketika 4 tahun menjadi 80% seterusnya 13 tahun menjadi 92% dan ketika 18 tahun mencapai 100% Dengan mengetahui tingkat kecerdasan anak dengan beragam usia ini dan memperhatikan keunggulan media audio. Maka pada 2015 Pengembang Teknologi Pembelajaran  (PTP) mengembangkan Gelaria Gerak dan lagu anak ceria. Media ini murni media audio sehingga tidak ada videonya. Demikian yang terungkap dalam talkshow interaktif Suara PAUD Indonesia, di Radio Edukasi, Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan dan Kebudayaan (BPMRPK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) pada Rabu, 3 Februari 2021.  Hadir sebagai narasumber Mariana Susanti,M.A selaku Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) BPMRPK Kemdikbud dan Wiwin Muhyi Lestari,S.Pd.I dari TK Gladisiwi, Cipayung, Jakarta. Sementara untuk pembawa acara Rima Ariska.

“Media audio ini keunggulannya menjadi stimuli perkembangan anak dan merangsang untuk konsentrasi selain itu, bisa menjadi alarm untuk membuat anak-anak fokus dengan efek suara atau musik,” ujar Susan.

Sementara itu menurut Wiwin, Gelaria sudah terprogram di rencana pembelajaran yang dibuat oleh sekolah. Pihaknya menyosialisasikan semua media yang akan digunakan dalam pembelajaran termasuk media audio yang akan digunakan dari BPMRPK ini.

“Saya sengaja memilih judul ke pantai karena konten ini yang menarik. Kami Ingin membangun suasana liburan dalam proses pembelajaran. Karena sudah lama anak-anak di rumah saja. Terlebih lagi anak-anak senang main di pantai dan bermain air,” ujar Wiwin.

“Saya berkesempatan mengunjungi pantai Parangkusumo saat berkunjung ke Jogja beberapa waktu lalu dan melihat indahnya pantai sungguh sensasinya luar biasa. Menyentuh air dan pasir merasa damai dan beban hilang. Mengingat pengalaman di sana kemudian ada judul kepantai dalam Gelaria, langsung terpikat. Menurut saya cocok untuk memulai pembelajaran di semester ke dua ini, imbuh Wiwin.

 

 

Lebih lanjut Mariana mengatakan, media audio pembelajaran sangat menarik terkait dengan keunggulan media audio ini, yakni menggugah imajinasi meskipun satu arah. Namun sifatnya personal ke masing-masing pendengar. Apalagi jika dikombinasikan dengan suara efek misalnya suara ombak dan angin. Keunggulan media audio ini memunculkan theater of mind.

“Media audio ini cocok untuk anak usia dini yang masih usia emas. Diharapkan setimulus bisa ditangkap dan respon yang baik. Media audio merangsang sel-sel otak kanan membuat dia lebih kreatif. Kalau anak-anak yang musical kan biasanya memiliki kreatifitas dan kecerdasan yang unik,” imbuh Susan.

Ketika ditanya aspek dan kompetensi dasar yang termuat dalam Gelaria, Wiwin menjelaskan bahwa konten gelaria sangat lekat dengan fisik motorik, dalam mengkoordinasikan mata kepala tangan kaki. Ada juga sosial emosional ketika anak mau melakukan gerak dan lagu sendiri muncul percaya diri. Selain itu, ada seni ketika anak berani menampilkan gerak dan lagu. Ini 3 aspek yang menonjol.

“Tidak ada pengkotakan aspek tertentu tetapi seharusnya mencapai 6 aspek. Contoh agama dan moral, ketika bertanya ada apa di pantai? Ada laut pasir dan pohon yang menciptakan siapa? Tuhan. Mengenal Tuhan melalui ciptaannya. Nilai agama dan moral masuk. Mengetahui benda-benda di sekitarnya. Lingkungan sosial, mengenal posisi spasial. Mengenal fungsi benda. Bahasa juga sangat penting ketika anak menyimak lirik, lagu, irama, melodi, lagu sehingga dia mampu bergerak. Bahasa ekpresif dan keaksaraan. Banyak kata-kata dalam lirik lagu yang menambah perbendaharaan kata anak-anak,”jelas Wiwin.

“Meskipun sasarannya seni dan motorik tapi di tangan bunda paud ke enam aspek pendidikan semua dapat. Semua bisa kalau bunda paudnya semangat dan kreatif. Dikreasikan dengan anak-anak yang dibimbing dan diasuh,”imbuh Susan.

Menurut Susan, media audio pembelajaran sangat diperlukan untuk anak-anak usia dini, karena ketika melakukan analisis sejak sebelum 2015 guru paud mengajak anak gerak dan lagu lagu2 anak yang dipakai tidak ada unsur gerakan. Meski tidak ada unsur gerakannya tetap dipakai untuk melakukan gerak dan lagu. Muncul keprihatinan melihat konsep gerak dan lagu bergeser.

“Melihat hal ini, kami merasa perlu ada lagu-lagu yang lirik lagunya mengandung unsur gerakan dan cocok untuk anak usia dini. Disinilah 5 tahap pengembangan model pembelajaran ini dilakukan dengan mempertimbangkan unsur gerakannya. Disesuaikan dengan waktu beban ruang dan alurnya. Gerakan untuk pra sekolah sudah sesuai waktu beban dan alur. Berat ringan dan sedang, ruang apakah perlu ruanguntuk bergerak, seperti maju atau mundur, geser kanan kiri. Dan alur seperti harmonisasi koordinasi anggota tubuh untuk melakukan gerakan. Selaku PTP sudah melakukan studi dengan wawancara atau literatur bagaimana sih mengajarkan gerakan untuk anak pra sekolah. Sehingga sudah kami kelompokkan untuk anak usia  4-5 dan 5-6 tahun. Pengelompokan Menyesuaikan beban alur dan waktu,” terangnya.

Susan juga menjelaskan Cara mendapatkan produk media audio pembelajaran bisa melalui web radioedukasi.kemdikbud.go.id kemudian bisa download dengan mendaftar dahulu menjadi member website radio edukasi. (Novi/Radio Edukasi/BPMRPK/Kemdikbud)

 

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar