Artikel

Membentuk Karakter Anak dengan Matahari

Matahari adalah salah satu model audio pembelajaran yang dikembangkan oleh Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan dan Kebudayaan (BPMRPK) Yogyakarta. Matahari merupakan singkatan dari media audio tuntunan anak sehari-hari. Hal ini disampaikan oleh Sapar,M.Pd selaku PTP BPMRPK pada saat mengisi acara Suara Paud Indonesia, pada Rabu (12/02/2021) yang disiarkan melalui Live Youtube Radio Edukasi dan dipandu oleh Ratih Sukma selaku Penyiar Radio Edukasi. “Matahari adalah media audio untuk membentuk karakter anak yang berbudi pekerti, termasuk melatih kemampuan sosial emosi anak, agama, dan kemandirian anak, terutama dalam hal ini melatih anak dalam membuang sampah”, ujar Sapar.

Acara ini juga menghadirkan Sulistyaningsih, S.Pd.I yang merupakan seorang guru dari TK IT Bhakti Insani dan guru penggerak media audio bimtek online dari BPMRPK. Pada kesempatan ini, Sulis menjelaskan perihal tema Matahari yang dipilih untuk digunakan sebagai media pembelajaran di TKIT Bhakti Insani. “Saya memilih tema langkah langkah membuang sampah, karena sampah sudah menjadi masalah klasik terutama di Indonesia. Jadi kami ingin menanamkan sejak dini, agar anak terbiasa membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah”, ujar Sulis. Menurut Sulis, media audio Matahari ini sangat menarik, karena terdapat langkah-langkah membuang sampah yang dikemas dalam bentuk cerita dan nyanyian sehingga membuat anak menjadi senang dan antusias.

Dalam kesempatan yang sama, Sapar juga menjelaskan proses pembuatan media audio Matahari. “Kami mengembangkan dengan langkah menganalisis, menggali kebutuhan PAUD, membuat rancangan, mengembangkan dalam proses produksi, implementasi di lapangan dan melakukan evaluasi, sehingga menjadi sebuah bahan pembelajaran”, ujar Sapar. Dalam pemanfaatan Matahari di dalam kelas, terdapat sedikit kendala yang dirasakan oleh Sulis, tantangan utamanya adalah komunikasi dengan orang tua siswa. Pembelajaran Jarak Jauh ini membuat orang tua juga harus ikut belajar, bagaimana media audio ini bisa sampai ke anak-anak. Untuk membantu orang tua dan memonitor perkembangan anak, guru juga melakukan home visit. Sulis juga mengungkapkan, keunggulan yang ada dalam media audio Matahari. “Karena Matahari ini tuntunan, banyak aspek yg muncul, seperti sosial emosi, nilai agama dan moral. Juga ada aspek kemandirian, rasa disiplin, rasa untuk melakukan membuang sampah pada tempatnya”, ungkap Sulis lebih lanjut.

Media audio pembelajaran Matahari ini bisa didapatkan dengan cara mengunduh melalui Aplikasi dan Website Radio Edukasi secara gratis. Untuk daerah yang sulit dijangkau oleh internet, dapat mendengarkan konten audio pembelajaran melalui Radio Mitra BPMRPK yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia.

Menurut Sapar, agar Matahari tidak kalah dengan perkembangan, banyak terobosan yang bisa dipakai, misalnya dengan membuat festival untuk guru PAUD, Lomba Gelaria, Matahari, dsb. Meskipun tentu saja hal tersebut membutuhkan banyak waktu dan kebijakan dari beberapa pihak. Di akhir cara Sapar juga memberikan closing steatmentnya. “Matahari adalah salah satu model audio pembelajaran yang digunakan sebagai langkah awal untuk menciptakan pembelajaran yang variatif”, ujarnya.

Acara ini juga ditutup dengan closing steatment dari Sulis. “Audio itu adalah indra pendengaran pertama dan pendengaran terakhir yang diberikan oleh Sang Pencipta, bagi yang muslim saat lahir kita mendengarkan adzan, begitu juga saat akhir. Jadi indra pendengaran sangat luar biasa kalau kita bisa memberikan dengan kreasi-kreasi guru. Terimakasih untuk anak-anak, ibu guru, orang tua, Guru KB/TKIT Bhakti Insani, sahabat, narasumber, instruktur nasional TK, sahabat guru PAUD, mari bergandengan tangan, bersinergi, kolaborasi, kreasi demi kemajuan PAUD Indonesia”, tutup Sulis. (Rima Ariska/Radio Edukasi/BPMRPK/Kemdikbud)

 

 

 

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar