Berita Pendidikan

Pakar Biologi ITS: Pemerintah dan Warga Penting untuk Menyusun Protokol Mitigasi Paus Terdampar

Yogya (RE) - Dalam menangani kejadian paus yang terdampar, pemerintah dan masyarakat lokal perlu menyusun protokol mitigasi khusus untuk menanganinya.

Pakar Biologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Dewi Hidayati menyebut, pentingnya pemerintah dan masyarakat lokal untuk menyusun protokol mitigasi khusus untuk menangani paus yang terdampar.

Pasalnya kejadian paus terdampar tidak hanya sekali dua kali terjadi di Indonesia. Menurutnya, protokol mitigasi tujuan utamanya membentuk respons yang tanggap dari masyarakat dan pemerintah untuk membantu paus yang terdampar agar kembali melakukan perjalanan migrasinya di perairan.

"Tubuh paus yang relatif besar menyebabkan dia tidak dapat bermanuver kembali ke laut, sehingga dibutuhkan bantuan langsung dari manusia," ujar Dewi, seperti dilansir dari Kompas, Senin (22/2/2021).

Ia menjelaskan, protokol mitigasi dapat disusun dengan memprediksi waktu paus terdampar, membangun pos pantau di garis pantai tertentu, dan menyusun penanganan teknis saat ada paus yang terdampar di pantai.

"Seperti bagaimana menjaga paus tetap dalam keadaan basah karena penyebab paus mati karena kehilangan kadar air di tubuhnya secara drastis. Jadi, paus harus tetap disiram dengan air laut," ungkapnya.

Beberapa literasi ilmiah bahkan menyarankan untuk melakukan euthanasia demi untuk mengurangi penderitaan paus jika memang tidak mungkin dikembalikan ke laut. Euthanasia sendiri adalah praktik membunuh hewan atau manusia tanpa rasa sakit untuk tujuan mengurangi penderitaan, biasanya dengan memberikan suntik mati.

Untuk penanganan paus yang sudah mati, Dewi menyarankan untuk mengutamakan membuang bangkai ke laut, karena dengan banyaknya bangkai yang membusuk, dapat dijadikan sebagai sumber makanan predator yang dapat berkontribusi pada rantai makanan laut.

"Mungkin juga dari rangka paus yang mati bisa dijadikan sebagai sumber bahan pengajaran untuk mengembangkan studi tentang mamalia laut," tamabahnya.

Seperti diketahui, Kamis (18/2/2021) lalu, puluhan paus terdampar di pantai Desa Patereman Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan. Catatan BKSDA Jawa Timur, jumlah paus yang terdampar di pantai tersebut sebanyak 52 ekor. Dari jumlah tersebut, 49 ekor ditemukan mati, dan tiga sisanya ditemukan dalam keadaan hidup. Tiga ekor paus yang ditemukan hidup telah digiring dan dilepaskan ke laut lepas.

 

 

Reporter : Arin / Editor : Arik

Foto: Antara

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar