Artikel

"Ceria" Mengajak Siswa PAUD Berimajinasi

Audio Ceria adalah akronim dari Cerita Ekspresi dan Imajinasi Anak. Ceria adalah salah satu model audio untuk PAUD yang dikembangkan oleh Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan dan Kebudayaan (BPMRPK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Demikian ujar Ibnu Hidayat,S.Sos dalam talkshow interaktif Suara PAUD Indonesia di Radio Edukasi Rabu (24/2/2021) yang dipandu oleh penyiar Radio Edukasi, Icha Kinanthi. Ibnu Hidayat merupakan salah seorang Pengembang Teknologi Pembelajaran di BPMRPK Kemdikbud.

“Setelah konten ini kita kembangkan kami deseminasi ke beberapa wilayah di Indoesia. Kita juga adakan Bimtek untuk 3T berikut juga pembagian medianya. Kami juga memberikan pendampingan bagaimana media audio ini digunakan,” ujar Ibnu.

Lebih lanjut Ibnu menambahkan, Ceria ini menampilkan cerita monolog yang ada kombinasi dengan suara sound effect dan musik yag mendukung sehingga cerita itu seakan-akan nyata. Hal ini akan menjadi menarik untuk anak khususnya PAUD karena cerita adalah strategi pembelajaran karena melalui cerita bisa mengajarkan pendidikan karakter dan pembelajaran yang lain. Harapannya melalui programi ni anak-anak bisa tumbuh ekspresi dan imajinasi.  

“Suara itu kita hadirkan supaya anak mempunyai gambaran seakan-akan mereka ada di tempat tersebut. Misal pantai ada debur ombaknya, suasan pantai seperti apa. Meskipun hanya mendengarkan tapi harapannya seperti di pantai,”jelas Ibnu.

Hadir juga sebagai pembicara dalam acara tersebut Dewa Ayu Anom Pratiwi,S.Pd.AUD pengajar di TK Negeri Pembina, Karangasem, Bali.

Ayu mengatakan ia memilih konten Ceria dengan tema ke pantai karena menurutnya pantai adalah tempat paling menarik untuk dikunjungi, terlebih saat masa pandemi yang semua lebih banyak di rumah. Anak-anak di sekolahnya bisa membuat cerita setelah mendengarkan Ceria dan mengenal apa itu pantai juga tsunami. Pada kesempatan itu salah seorang siswi TK Negeri Pembina Karangasem, Kaylasa turut hadir dalam acara itu untuk bercerita mengenai pantai.

“Kaylasa ini yang biasanya paling semangat untuk setoran tugas,”ujar Ayu.

Ayu menjelaskan pertama kali kenal dengan Radio Edukasi BPMRPK melalui pelatihan wokshop secara virtual di masa pandemi. Kemudian ia mulai mengenalkan kepada guru-guru mengenai media pembelajaran audio tersebut.

Mengenai penggunaan media audio ceria ini bisa dimasukkan pada klasikal atau kegiatan inti. Diawali dengan apersepsi melalui tanya jawab mengenai topik yang diajarkan. Selanjutnya pemutaran program audio dilanjutkan dengan evaluasi.

Ketika ditanya respon anak-anak ketika menggunakan media audio ini Ayu menjelaskan bahwa anak-anak semangat dan antusias.

“Orang tua dan siswa sangat antusias bahkan tercipta lagu ke pantai. Orang tua memainkan musik dan anak bernyanyi,” imbuh Ayu.

Ketika Insan Edukasi bertanya bagaimana menjadi guru yang disenangi murid Ia menjawab. Untuk menjadi guru yang disenangi anak sebaiknya tidak perlu malu dalam berekspresi terutama saat bercerita. Selain itu kasih sayang juga menjadi hal penting yang diberikan kepada anak-anak.

“Pembelajaran menggunakan media bertujuan agar lebih terarah. Kami sudah mengembangkan berbagai model untuk semua jenjang. Silahkan dimanfaatkan untuk pembelajaran. Untuk mendapatkannya silahkan mendaftar sebagai member dengan menggunakan email sehingga mendapatkan akun. Dengan akun ini anda bisa mengunduh produk-produk audio kami secara maksimal. Perlu diketahui ini semua tidak berbayar,” pungkas Ibnu dalam penyataan penutup.

“Pemanfaatan media tergantung pada kreatifitas seorang guru. Sebelum memberikan media kepada anak  pahamai dulu isi dan kontennya, tentukan tujuan dari media yang kita berikan. Terakhir baru kemudian tentukan asesment atau penilaian apa yang akan kita gunakan. Marilah menjadi guru yang kreatif, inovatif. Semua media menyenangkan, Kemdikbud sudah menyediakan media yang sangat menarik salah satunya Radio Edukasi. Ayo kita pergunakan selagi ada, mari kita manfaatkan,” pungkas Ayu menutup perjumpaan. (Novi/Radio Edukasi/BPMRPK/Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar