Artikel

Model Evaluasi Pelaksanaan Program Pembelajaran Bermuatan STEAM di Satuan PAUD dengan Model CIPP melalui Aplikasi Online

Science Technolgy Engeneering Art dan Mathematic merupakan kepanjangan dari STEAM. Dalam hal ini, Bagaimana lembaga PAUD dapat mengenalkan STEAM ke anak PAUD. STEAM bukan merupakan pendekatan tapi muatan pembelajaran yang dibangun kepada anak sejak dini agar anak-anak siap menyongsong perubahan. Demikian yang terungkap dalam talkshow Kolase Inovasi di Radio Edukasi pada Kamis (25/2/2021). Hadir sebagai narasumber Siti Donatrin, SP. M.Pd (Widyaprada Madya BP PAUD dan DIKMAS DIY) dan dipandu oleh penyiar Radio Edukasi, Rima Ariska. Kali ini Kolase Inovasi mengangkat tema "Model Evaluasi Pelaksanaan Program Pembelajan Bermuatan STEAM di Satuan PAUD dengan Model CIPP melalui Aplikasi Online".

Dalam kesempatan tersebut Dona, demikian panggilan akrabnya, menyebutkan BP PAUD dan Dikmas DIY pada 2020 mengambil tema Model Evaluasi Pelaksanaan Program Pembelajan Bermuatan STEAM di Satuan PAUD dengan Model CIPP melalui Aplikasi Online. Mulai tahun 2018 sudah banyak disosialisasikan dan banyak PAUD yang menggunakan pembelajaran STEAM, namun ada kendala bahwa pemahaman bermuatan STEAM masih kurang, karena sosialisasi STEAM masih rendah. Belum semua lembaga PAUD mendapat sosialisasi STEAM sehingga belum menerapkan. Implementasi pembelajaran juga belum optimal. Hal ini terjadi, karena masih adanya kesulitan implementasi pembalajaran STEAM. “Ada 4 kompetensi dalam menyiapkan anak memasuki abad 21. Harapannya sedini mungkin anak dilatih kritis, komunikatif dan kolaboratif. Bagi lembaga PAUD yang sudah melaksanakan pembelajaran bermuatan STEAM belum pernah evaluasi  pelaksanaan program karena belum ada panduannya yang praktis dan sistematis,”imbuhnya.

Sehingga untuk pengembangan peningkatan kompetensi berpikir kritis komunikatif dan kolaboraitf belum dilakukan, sehingga pihaknya merasa perlu mengangkat tema ini. Terlebih karena belum ada lembaga yang melakukan evaluasi pelaksanaan program pembelajaran.

“Perlu diketahui ada enam aspek perkembangan anak yakni ada nilai moral dan agama, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, dan seni. Hal ini yang masuk dalam produk kami,” terang Dona.

Harapannya pembelajaran di PAUD yang bermuatan STEAM, pendidik bisa menyiapkan kegiatan pembelajaran yang mendukung muatan STEAM.

Lebih lanjut Dona menjelaskan, model pembelajaran STEAM ini mengajak guru untuk kreatif, seperti menyiapkan media sebagai pelengkap pembelajaran STEAM. Menurut Dona, selain paham bagaimana mempersiapkan media pembelajaran, kompetensi guru juga diperlukan untuk memahami konteks hingga produk. Dengan memahami komponen tersebut, guru dapat menyiapkan diri sehingga kreatif. Selain itu diperlukan kemampuan untuk membuat kalimat penyemangat bagi anak. Apalagi saat BDR sekarang ini, maka peru diberikan contoh-contoh nyata mengenai pembelajaran. Dari hasil pengamatan, ternyata anak-anak tidak merasa bosan.

Menyinggung mengenai model CIPP, Ia menjelaskan bahwa CIPP merupakan salah satu model evaluasi, context input process product namun tidak sampai outcome karena di PAUD sangat sulit. Kami juga sudah kategorisasikan indikator pada masing-masing kategori. Pada saat pelaksanaan pembelajaran melihat empat komponen itu akan membantu untuk bisa melihat sejauh mana konteks yang sudah disiapkan oleh lembaga kemudian iput proses maupun produknya sehingga dapat dipakai untuk umpan balik untuk menindaklanjuti pembelajaran selanjutnya.

“Kita sudah ada panduan penggunaan aplikasi tersebut. Jika ada yag menghendaki lebih jauh bisa menghubungi kami. Silakan ketik alamat domain http://sekolah2020.com/steam. Dari situ akan muncul fitur-fitur yang disediakan. Akan muncul lembaga PAUD yang ada di DIY tapi perlu diterima dahulu oleh admin kami. Setelah itu baru bisa membuat akun dan mendaftar. Kemudian akan ada form registrasi, dan harus mengisi NPSN dari lembaga. Anda dapat mengisi instrumen dalam aplikasi tersebut terkait pembelajaran di satuan PAUD, namun untuk jenjang studi lain belum bisa,” ujar Dona.

Harapan ke depan aplikasi evaluasi ini bisa dipakai oleh lembaga PAUD yang menerapkan STEAM di Yogyakarta atau di provinsi lain yang memiliki lembaga PAUD yang mengimplementasikan STEAM. Jika berminat silakan langsung menghbungi BP PAUD,” pungkasnya menutup perjumpaan siang itu. (Novi/Radio Edukasi/BPMRPK/Kemdikbud)

 

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar