Artikel

Cegah Gagal Ginjal Akut Dengan Gaya Hidup Sehat

          Ginjal adalah organ yang memiliki fungsi utama untuk menyaring limbah sisa metabolisme dari dalam darah dan membuangnya melalui urine. Gagal ginjal akut adalah terjadinya penurunan fungsi ginjal secara mendadak. Jika fungsi tersebut terhenti, limbah yang seharusnya dibuang akan menumpuk di dalam tubuh. Limbah metabolisme yang terus menumpuk dan tidak dapat dikeluarkan, dapat berubah menjadi racun. Biasanya gagal ginjal akut ini merupakan suatu komplikasi dari penyakit serius yang lain. Misalnya pasien yg dirawat di Insentive Care, pada orang tua, dan pada orang yang dehidrasi berat, sehingga menggangu fungsi ginjal. Hal ini disampaikan oleh dr.Yuliani dari RSA UGM pada saat mengisi acra RE Medika pada Kamis (4/3/2021) melalui live Instagram Bersama Ratih Sukma.

          dr.Yuliani juga menjelaskan penyebab dari Gagal Ginjal Akut. “Penyebabnya seperti kurang minum, kehilangan cairan atau kehilangan darah, diare berat, obat yang tidak sesuai dosis  atau overdosis jangka panjang, seperti obat kemoterapi, ibuprofen, dan aspirin yang dikonsumsi dalam jangka panjang”, tutur dr.Yuliani. Untuk itu dia berpesan agar berhati-hati dalam mengonsumsi obat  berlabel merah, sebelumnya harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Selain itu, infeksi juga dapat menyebabkan gagal ginjal, terutama infeksi berat yang menyebar ke seluruh tubuh, sehingga beresiko gagal ginjal. Terutama yang paling sering adalah Infeksi Saluran Kemih. Adanya sumbatan dalam urin dapat menyebabkan batu ginjal, atau adanya tumor juga dapat menyebabkan gagal ginjal. Pembesaran prostat ternyata juga dapat meenjadi penyebab gagal ginjal.

          Penyakit gagal ginjal ini juga dapat menyerang anak muda bahkan anak anak. Terutama pada anak yang terkena Syndrome Nefrotik atau gangguan pada ginjal. Penyakit ini juga dapat menyerang anak dengan kelainan bawaan, termasuk Hipertensi pada anak juga dapat menyebabkan gagal ginjal. Dalam siaran itu, dr.Yuliani juga menjelaskan gejala dari gagal ginjal akut. “Gejalanya berkurangnya produksi urin, nyeri punggung atau pinggang, pada gagal ginjal akut ada mual muntah, penurunan nafsu makan, sesak nafas dan tensi tinggi”, kata dr.Yuliani. Setelah menjelaskan seputar gejala gagal ginjal, dr.Yuliani juga menjelaskan cara pencegahannya. “Pencegahannya, obat obatan harus dikonsumsi sesuai anjuran dokter, seperti misalnya aspirin dan ibuprofen. Cukupi cairan tubuh, normalnya sehari 8 gelas sehari, hipertensi harus terkontrol, hindari minuman beralkohol, hindari minuman berenergi dalam jangka panjang, dan menjalani gaya hidup sehat”, tutur dr.Yuliani. Dia juga menjelaskan, pada gagal ginjal dengan penyebab penyakit bawaan, gagal ginjal tidak bisa dicegah namun bisa dikendalikan.

           Pada proses pengobatannya, dapat dilihat dari penyebab gagal ginjalnya, apabila penyebabnya dehidrasi berat, dokter akan segera melakukan rehidrasi secepat mungkin. Pada pasien yang mengalami kehilangan banyak darah, dokter akan memenuhi kebutuhan darahnya. “Kalau penyebabnya infeksi, dia harus tertangani infeksinya,kalau misalnya ada kerusakan ginjal faktor bawaan, harus dicari, misalnya ada tumor atau batu kita harus angkat. Nanti kita lihat, bisa dipertahankan dengan cuci darah atau tidak”, tambah dr.Yuliani. Pada pasien gagal ginjal dengan hipertensi juga harus segera menggunakan jenis obat yang tepat, tepat waktu, tepat dosis, agar tidak terjadi perburukan dalam ginjalnya. “Ada kadar gagal ginjal akut yg perlu cuci darah, biasanya yg perlu cuci darah bila uriumnya di atas  100  atau kreatinin di atas 5, untuk membantu agar limbah metabolismenya terbuang. Lebih tepatnya untuk membantu fungsi ginjal saat itu”, lanjutnya.

           Pada gagal ginjal akut yang dibiarkan tanpa penanganan, bisa berujung pada komplikasi. Salah satunya Asidosis Metabolik atau gangguan metabolisme tubuh, yang ditandai dengan sesak nafas dan mual muntah. Komplikasi yang lain, dapat terjadi kerusakan ginjal permanen yang membutuhkan cuci darah secara rutin. Yang paling sering terjadi dalam komplikasi gagal ginjal adalah Hiperkalemi, yakni kondisi kalium dalam darah meningkat, yang akhirnya bisa menyebabkan serangan jantung atau gagal jantung. Selain itu, juga dapat menyebabkan komplikasi Edem Paru dan peradangan pada selaput pembungkus jantung. dr.Yulinai juga berpesan, apabila sudah ada tanda-tanda atau gejala gagal ginjal, harus segera ke dokter, karena apabila penanganan cepat dan tepat, gagal ginjal masih bisa disembuhkan. Hanya saja pada kelainan bawaan tidak bisa dikatakan sembuh.

           Pada akhir acara, dr.Yuliani juga memberikan closing steatmentnya. “Untuk Insan Edukasi di rumah, jaga perilaku hidup bersih dan sehat. Sehat itu tidak mahal, sakit itu lebih mahal. Jadi jaga kesehatan, hidup secara sehat, secara bersih, jaga keseimbangan antara olahraga, makan, dan aktifitas. Buat yang masih muda, jaga organ kita sebagai investasi untuk masa depan, masa tua kita”, tutup dr.Yuliani dalam live RE Medika. (Rima Ariska/RE/BPMRPK/Kemdikbud)

Foto : Kompas.com

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar