Artikel

Pembelajaran Asyncrhonous Multimedia Interaktif Sederhana Menggunakan Hypermedia Yospan Dengan Memanfaatkan Google Classroom

Pembelajaran asinkron terjadi melalui saluran online tanpa interaksi waktu nyata. Tetapi pembelajaran asinkron tidak memungkinkan jenis interaksi pelajar menerima umpan balik langsung dari sesama siswa atau guru mereka. Demikian ujar Wawan Rahyudi, S.Si dalam Kolase Inovasi yang dipandu penyiar Radio Edukasi, Ratih Sukma pada Kamis (25/3/2021).

Menurut Wawan, Guru sebagai ujung tombak pembelajaran tentunya dituntut mempunyai keahlian dalam menyampaikan pembelajaran ke siswanya. Saat ini perkembangan teknologi sudah semakin kian pesatnya berkembang. Dengan adanya teknologi digital semakin memperkokoh esistensi teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu pengaruh penggunaan internet, yakni adanya komunikasi melalui jaringan media sosial digital seperti facebook, whatsapps, instragram, twitter, bahkan dengan mudahnya mengakses layanan video melalui youtube sudah bukan lagi sesuatu yang sulit untuk didapat disaat ini.

“Berkaitan dengan dibutuhkannya alat bantu atau media pembelajaran dalam usaha menciptakan proses belajar yang menyenangkan, menarik, menuntun dan memotivasi, serta membantu siswa dalam memahami materi ajar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik dibutuhkan suatu strategi penyajian disamping strategi ornagisasional yakni dengan adanya media yang mendukung proses pembelajaran tersebut,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai kelebihan pembelajaran ini, menurutnya pembelajaran dapat dilakukan dimana saja, kapan saja tanpa terikat dengan waktu. Pembelajaran dilakukan secara mandiri dengan mengikuti pola dan urutan pembelajaran yang dikemas dalam kelas pembelajaran ini. Pembelajaran dapat diikuti secara berulang-ulang tanpa takut ketinggalan materi pembelajaran. Berubahnya paradigma guru yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan IT.

Menurutnya multimedia Interaktif Sederhana adalah suatu media pembelajaran yang interaktif yang memadukan unsur teks, gambar, grafis, audio, video bahkan animasi dalam suatu kemasan yang dikenal dengan multimedia pembelajaran interaktif yang disingkat menjadi MPI. Dalam pembuatan MPI ini penulis mengunakan aplikasi Smart Apps Creator yang dapat dengan mudah didownload melalui situs https://smartappscreator.com/ yang kemudian dapat diinstal di laptop maupun komputer PC. Multimedia interaktif sederhana dikarenakan dalam pembuatannya hanya menggunakan beberapa fitur yang ada di aplikasi Smart Apps Creator yakni beberapa fitur pada menu insert seperti image, audio, video, text, Button dan Timer  serta dalam menu interaksinyanya pun masih dengan interaksi touch object switch page atau Flip page dalam menjelajah konten-konten media tersebut.

“Dalam penyebutan sebagai hypermedia yospan karena aplikasi ini dapat optimal digunakan bila berada dalam jaringan dimana materi-materi pembelajaran penulis tautkan (link) di google Drive serta video pembelajarannya penulis menggunakan tautan (link) di youtube dengan nama Channel YoBenTo. Penggunaan kata Yospan di hypermedia merupakan kepanjangan dari Youtube Smart Apps Creator Animation. Karena dalam pembuatannya aplikasi ini penulis menggunakan aplikasi Smart Apps Creator (SAC) yang mana video pembelajarannya penulis menguploadnya ke youtube melalui Channel YoBenTo dan adanya penambahan animasi dikarenakan didalam SAC itu sendiri terdapat fitur Animation sehingga tampilan aplikasi semakin lebih menarik,” terang wawan.

Sedangkan menjelasakan mengenai MIS aplikasi. Aplikasi MIS Tutorial merupakan aplikasi yang dibuat untuk memberikan layanan pembelajaran melalui smartphone yang terkoneksi dengan jaringan sehingga dapat melakukan pembelajaran dimana saja, kapan saja yang tentunya pada daerah yang ada jaringannya. MIS Tutorial kepanjangan dari Multimedia Interaktif Sederhana Tutorial yang penulis sebutkan sebagai hypermedia Yospan dapat diinstal di smartphone berbasis android.

Menjawab kebutuhan pembelajaran saat ini, kelas ini dapat digunakan oleh banyak pihak. Sebenarnya kelas ini dibuat untuk para Bapak/Ibu Guru hebat sehingga dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran mandiri dalam mengembangkan kemampuan dalam membuat media pembelajaran yakni MPI. Namun tidak menutup kemungkinan bagi para pengembang pembelajaran pun dapat memanfaatkan pembelajaran asinkron ini. Bahkan siswa siswi sekolah pun dapat memanfaatkannya juga.

Menurut Wawan, menggunakan media pembelajarna ini guru dapat mengembangkan media pembelajaran yang dapat digunakan sebagai Multimedia Pembelajaran Interaktif,

Guru dapat mengembangkan GBIM media pembelajaran, Guru dapat mengembangkan Peta Konsep dan Jabaran Materi Media Pembelajaran, Guru dapat mengembangkan Naskah media pembelajaran.

Diharapkan ke depan guru mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan IT menggunakan Google Classroom secara tidak langsung. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif sudah menjadi kebutuhan dalam proses pembelajaran baik dilakukan secara tatap muka maupun secara Blanded.

“Pengembangan media pembelajaran terkhusus Multimedia Pembelajaran Interaktif sudah menjadi kebutuhan pembelajaran baik secara kebutuhan mikro maupun makro pembelajaran.  Ini semua terkait dengan semakin majunya perkembangan teknologi dibidang IT yang semakin pesat tak terkecuali dibidang pendidikan khususnya pembelajaran. Agar pembelajaran ini dapat efektif hal yang perlu dilakukan oleh guru adalah memotivasi diri (self hipnosis)  dalam mengembangkan dan mempelajari tentang Multimedia Interaktif Sederhana. Perbanyak Latihan-latihan dalam praktik pembuatan MPI.  Selamat berkarya guru hebat dipundakmulah disematkan tanggungjawab generasi emas dimasa mendatang,” pungkasnya menutup perjumpaan. (Novi/Radio Edukasi/BPMRPK/Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar