Artikel

Gelaria Bertema Pohon

Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan (BPMRPK) merupakan sebuah unit di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang tugas kelembagaannya mengembangkan model pembelajaran berbasis TIK. Secara khusus BPMRPK mengembangkan model pembelajaran TIK berbasis suara (audio). Demikian ujar narasumber Suara PAUD Indonesia episode 8, Drs. Sunarto, M.Pd  di Radio Edukasi Rabu (24/3/2021). Kali ini SPI dipandu oleh penyiar Radio Edukasi Ali Sanjaya. Hadir pula sebagai pembicara Lynis Mindarwati,S.Pd.AUD pengajar dari TK Fijar, Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah.

Dalam kesempatan tersebut Sunarto menjelaskan mengenai Gerak Lagu Anak Ceria (Gelaria). “Dari judulnya saja sudah bisa dipastikan bahwa nanti anak-anak itu akan bergerak sesuai lagu dan bernyanyi sesuai irama. Sedangkan anak ceria ini menggambarkan sesuatu yang ada di dunia anak-anak yang penuh dengan keceriaan dan kebahagiaan. Harapannya produk media audio ini bia membuat anak ceria, bahagia, berekspresi secara bebas. Melakukan sesuatu secara tidak terkekang,”jelas Sunarto.

Sementara itu, Lynis menjelaskan bahwa pihaknya memilih Gelaria dengan tema
“Pohon” karena jenis tumbuhan ini dekat dengan kehidupan dan bersinggungan dengan manusia sehingga anak dapat melihat secara nyata. Hal ini didasari oleh karakteristik siswa PAUD yang harus nyata. Sedangkan pada semester ke-2 ini ada tema pohon.

“Respon anak-anak begitu senang menggunakan Gelaria, karena mereka ketika mendengar musik langsung bergerak. Untuk di awal memang tidak saya  beri contoh  supaya mereka berkreasi sendiri-sendiri. Sesuai dengan namanya ya, Gelaria. Nah, mereka bergeraknya bisa berbeda-beda sesuai dengan imajinasi masing-masing meskipun lagunya sama. Setiap anak memang unik dan mempunyai karakteristik sendiri,” jelas Lynis.

Lebih lanjut Sunarto menjelaskan latar belakang pengembangan Gelaria. Menurutnya, pengembangan media audio ini sesuai dengan kebutuhan di dunia pendidikan.

“Pertama kami tanya kebutuhan di lapangan itu apa. Kami melibatkan praktisi dan para pengampu pembelajaran di lapangan jenjang PAUD. Termasuk kami ke daerah pelosok. Saat kami melakukan riset ternyata banyak guru PAUD yang mengharapkan ada sesuatu yang bisa dipergunakan untuk mengajrkan anak bercerita, bernyanyi, bermain, dan menari. Dari masukan ini kami kerucutkan. Pada tahun 2016 kami simpulkan bahwa kebutuhan mendesak adalah gerak dan lagu. Oleh karenanya kami menyediakan media pembalajaran berbasis audio yang substansinya bergerak dan bersuara,” jalas Sunarto.

Ketika ditanya mengenai aspek dan kompetensi yang ada dalam Gelaria “Pohon”, Lynis mengatakan bahwa terdapat aspek fisik motorik dan seni.

“Selain itu ada 4 aspek yang berkembang dalam Gelaria ini. Pertama aspek agama dan moral saat anak melakukan doa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan. Saat bernyanyi dan menari mereka melatih fisik dan motorik. Selanjutnya aspek kognitif atau pengetahuan anak. Mereka mengembangkan aspek kognitif dengan rasa ingin tahu salah satunya gerak pohon. Yang keempat adalah aspek bahasa saat mereka menyanyi dan menyimak, dan terakhir adalah seni,”imbuhnya.

Menutup perjumpaan kala itu, Lynis mengajak seluruh pendidik PAUD untuk menggunakan konten media pembelajaran yang diproduksi BPMRPK yang bertujuan untuk mengembangkan pembelajaran anak usia dini. Pihaknya sudah membuktikan bahwa produk BPMRPK ini memudahkan guru untuk menjalankan metode pembelajaran. Guru hanya perlu memberikan stimulus kepada anak saja.

“Jangan sia-siakan yang ada di Radio Edukasi untuk memperkuat pembelajaran kita sehingga anak tumbuh sesuai aspek perkembangannya. Produk Audio ini bisa di download sehingga tidak perlu jaringan yang kuat dan bisa digunakan di pelosok-pelosok daerah,” pungkas Lynis. (Novi/Radio Edukasi/BPMRPK/Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar