Berita Pendidikan

Kemendikbud: Guru SLB dan SMK Bisa Mendaftar Program Guru Penggerak Angkatan 4

Yogya (RE) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka peluang bagi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mengikuti program Guru Penggerak. Sebelumnya, program tersebut hanya diperuntukkan bagi guru di jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kemendikbud, Praptono mengatakan untuk tahun 2021, rekrutmen Calon Guru Penggerak dibuka untuk 8.000 orang dan 1.679 orang untuk Pengajar Praktik.

"Angkatan satu dan dua Kemendikbud sudah merekrut 5.600 calon guru penggerak dan lebih dari 1.000 pengajar praktik. Pada angkatan keempat ini menyasar daerah yang lebih luas lagi," tutur Praptono melalui keterangan tertulis yang dipublikasikan pada Kamis (1/4/2021).

Adapun sasaran PGP angkatan 4 adalah sebanyak 160 kabupaten/kota dari 31 provinsi yang tersebar di pulau pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Papua serta Maluku. Sementara itu, program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan ke 4 akan dimulai tanggal 8 Oktober 2021 - Agustus 2022.

Melalui program ini, lanjutnya, guru akan mendapat pelatihan dengan harapan bisa menjadi pendorong inovasi di sekolahnya. Di mana untuk mengikuti Program ini, terdapat beberapa tahapan yang perlu dilalui guru. Yang pertama, tahap pendaftaran yang masih dibuka hingga 24 April 2021. Pada tahap ini, guru diminta melakukan pengisian data, menyertakan esai, mengunggah dokumen pendukung dan mengikuti Tes Bakat Skolastik (TBK).

Apabila lolos pada tahap kedua, guru akan mengikuti seleksi simulasi mengajar dan wawancara pada 5 Juli-28 Agustus. Pengumuman hasil seleksi akan disampaikan pada 7 September. Dan program dilaksanakan pada 8 Oktober 2021 sampai Agustus 2022.

Selanjutnya, guru-guru yang lolos seleksi akan mengikuti pendidikan Guru Penggerak menggunakan pendekatan andragogi dan blended learning (daring dan luring) selama sembilan bulan. Program tersebut dirancang untuk mendukung hasil belajar yang implementatif berbasis lapangan.

Praptono menambahkan 70 persen dari kegiatan program dilakukan sembari mengajar. Sementara 20 persen kegiatan lainnya dirancang dalam bentuk kegiatan belajar bersama rekan sejawat dan 10 persen pembelajaran bersama narasumber, fasilitator dan pengajar praktik.

 

 

Reporter : Arin / Editor : Arik

Foto : kemdikbud.go.id

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar