Berita Pendidikan

Kemendikbud Gali Potensi Budaya Desa, Targetkan 359 Desa Ikut Program Pemajuan Kebudayaan

Yogya (RE) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktur Jenderal Kebudayaan menargetkan sebanyak 359 desa di Tanah Air mengikuti program Pemajuan Kebudayaan Desa. Pemajuan kebudayaan desa merupakan platform kerja bersama membangun desa mandiri melalui peningkatan ketahanan budaya dan kontribusi budaya desa di tengah peradaban dunia.

Program ini merupakan salah satu program prioritas Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud, yang didukung oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

“Tahun ini, Kemendikbud memiliki target sebanyak 359 desa mengikuti program Pemajuan Kebudayaan Desa yang akan diselenggarakan melalui dua kebudayaan yakni Pengembangan Masyarakat dan Jendela Budaya Desaku," kata Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, dilansir dari Antara, Selasa (13/04/2021).

Program tersebut akan bekerja sama dengan program prioritas lainnya yaitu Jalur Rempah. Sebagian desa yang dilalui titik jalur rempah akan menjadi fokus desa program pemajuan kebudayaan desa tahun.

Hilmar berharap dengan adanya program ini, desa dapat menjadi ujung tombak pusat pertumbuhan karena selama ini kota selalu dianggap sebagai pusat pertumbuhan sehingga menarik penduduk desa untuk melakukan urbanisasi.

"Harapan kami, desa dapat menjadi ujung tombak pusat-pusat pertumbuhan. Selama ini, basis pertumbuhan di kota saja, sekarang kita ingin meratakan itu sampai di desa-desa," ujar Hilmar.

Desa dipilih, lanjutnya, karena asal identitas budaya Indonesia. Paradigma pembangunan kebudayaan harus dimulai dari unit kebudayaan terkecil, yaitu desa.

"Saat inilah waktunya bagi masyarakat desa untuk dapat bergerak dan berkembang sesuai dengan imaji mereka tentang masa depan desanya. Desa bukan lagi sebagai objek pembangunan, tetapi desa merupakan subjek dari pembangunan itu sendiri," ungkap Hilmar Farid.

 

 

 

Reporter : Arin / Editor : Arik

Foto : Kompas.com

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar