Aktivitas

Workshop Peningkatan Kapasitas Pelayanan Publik Informasi Pendidikan di Kab. Manokwari

Manokwari (RE) – Pelayanan publik, khususnya yang dilakukan oleh guru dan fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP), di wilayah Kab. Manokwari dapat ditingkatkan dengan menggunakan media audio. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPMRPK Dra. Ohorella Erma, M.I.Kom dalam materi pembuka kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Pelayanan Publik Informasi Pendidikan yang diselenggarakan oleh LPMP Papua Barat dan bertempat di LPP RRI Manokwari, pada Kamis, 26 Agustus 2021. Guru-guru dan PTP dapat menggunakan situs web radioedukasi.kemdikbud.go.id sebagai sumber belajar dengan seting pembelajaran tatap muka dan atau pembelajaran elektronik. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari guru PAUD, SD, SMP, dan SMK, serta fungsional PTP yang bertugas di LPMP Papua Barat.

Sebelum beranjak ke materi berikutnya, peserta diajak melakukan senam pagi ringan dan mengerjakan kuis melalui aplikasi Kahoot. Peserta yang sudah segar diajak untuk mengikuti materi berikutnya, yang dibawakan oleh Mariana Susanti, S.Sos., M.A, tentang “Karakteristik Media Pembelajaran Berbasis Audio.” Materi disajikan secara interaktif sehingga mengasah ketrampilan peserta untuk mengamati, mendengar, berpikir, dan mengkomunikasikan pendapat. Di akhir sesi, peserta merangkum hal-hal yang menjadi ciri khas media pembelajaran yang berbasis audio, antara lain: bahasa tutur, selintas, antidetil, mempertimbangkan respon pendengar, dan imajinatif. Setelah memahami karakteristik media audio, peserta diajak untuk mengeksplorasi situs web Radio Edukasi. Peserta juga dibimbing untuk mendaftar menjadi anggota dan mengunduh materi-materi pembelajaran berbasis audio yang terdapat dalam situs tersebut.

Pengetahuan mengenali model-model pembelajaran, jenis, dan produk audio yang sesuai, juga diajarkan kepada peserta. Materi ini dibawakan oleh G. Agung Nawa Prasetyo, S.T., M.Pd.` dengan topik “Jenis, Produk, dan Model Pembelajaran Berbasis Audio.” Peserta disuguhi beraneka video yang menjelaskan tentang model pembelajaran tertentu dan media yang sudah dikembangkan oleh BPMRPK, antara lain Megacita  untuk muatan pelajaran PPKn SD dengan model pembelajaran think pair share (TPS), Galang untuk mata pelajaran Geografi SMP dengan model pembelajaran problem-based learning (PBL), dan sebagainya.

Pada kesempatan tersebut, peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai “Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Audio” yang dibawakan oleh Innayah, S.Sos. Peserta diberi penjelasan tentang pendekatan ADDIE yang digunakan oleh BPMRPK dalam mengembangan model/media/aplikasi pembelajaran. Peserta juga didorong untuk memanfaatkan media yang dikembangkan oleh BPMRPK dalam pembelajaran, dan menuliskannya dalam bentuk artikel ilmiah. Tulisan tersebut nantinya akan masuk ke kategori best practice dan bisa mendapatkan angka kredit.

Secara khusus, Mariana Susanti menjelaskan tahap “Implementasi dan Evaluasi Model Pembelajaran”. Ada beberapa hal yang dilakukan dalam tahap implementasi, yaitu studi kelayakan, perintisan, orientasi, bimtek, layanan konsultasi, dan fasilitasi. Evaluasi yang dapat dilakukan adalah evaluasi formatif dan sumatif. Setelah mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh para narasumber, ke-20 peserta menyatakan apresiasi sebab mereka akhirnya paham bahwa media audio sangat menyenangkan untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran. Semua guru yang menjadi peserta menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan PTP LPMP Papua Barat dalam hal pemanfaatan media pembelajaran.

(Mariana/Radio Edukasi/BPMRPK Kemendikbudristek)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar