Berita Pendidikan

Guru Penggerak Asal Sleman DIY Dikunjungi Mendikbudristek Nadiem Makarim

Yogya (RE) - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, belum lama ini melakukan serangkaian agenda kunjungan ke Yogyakarta.

Dalam kunjungan tersebut, Nadiem memutuskan untuk menyambangi sekaligus bermalam di rumah salah satu guru penggerak angakatan ketiga, Khoiry Nuria Widyaningrum.

Nuri yang juga merupakan guru SDN Jetisharjo ini mengaku sangat terharu sekaligus bangga bisa dikunjungi oleh Nadiem.

“Awalnya saya tetap gak percaya, terus saya suruh buka maskernya ternyata benar Pak Menteri. Jujur saya kaget banget kayak ke-prank rasanya, tapi saya senang sekaligus haru kedatangan Pak Menteri,” ujar Nuri saat dihubungi oleh Radio Edukasi, Rabu (15/9/21).

Nuri bercerita, awalnya dia dihubungi oleh Pusat Pengembangan dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika sebagai panitia penyelenggara program guru penggerak.

“Dihubungi diminta alamat rumah, kondisi lingkungan sekitar, aktif di kegiatan apa saja. Katanya ada tim dari kementerian yang mau survei dan menginap di rumah guru penggerak,” jelas Nuri.

Setelah komunikasi lewat telepon tersebut, tim protokoler menteri pun menemui Nuri dan menyampaikan beberapa pertanyaan terkait lingkungan tempat tinggalnya.

Sore harinya, pihak PPPPTK datang membawa tim kebersihan. Tim tersebut kemudian membersihkan dan menyemprot disinfektan di rumah Nuri.

“Sebenarnya kami udah agak curiga, sepertinya yang mau datang ini pejabat. Tapi tidak kepikiran kalo itu Pak Nadiem,” tutur Nuri.

Selanjutnya, pada senin malam sekitar pukul 20.30 WIB dua mobil datang ke kediaman Nuri. Ia menungkapkan saat itu ada seorang pria yang ikut turun dari mobil paling terakhir.

“Ada satu orang turun dari mobil paling belakang, nurunin koper ‘Assalamualaikum Bu Nuri, ini boleh saya menginap’ Saya dan suami kaget banget beliau buka masker, ternyata itu pak menteri Nadiem,” ungkap Nuri.

Nuri bersama, suami, mertua, dan Nadiem Makarim kemudian berbincang di ruang tamu. Menurutnya, kedatangan Nadiem tersebut adalah untuk belajar dan membahas mengenai program Guru Penggerak.

“Saya ingin merasakan langsung keseharian sebagai calon Guru Penggerak agar saya lebih memahami. Saya ingin tahu suka dan duka Ibu Nuri sebagai guru,” ujar Nadiem kepada Nuri.

Pada kesempatan tersebut, Nuri menyampaikan masukan sebagai tenaga pendidik kepada Nadiem terkait program Guru Penggerak, serta evaluasi dan langkah tindak lanjutnya.

“Saya menyampaikan beberapa masukan, harus ada wadah komunitas kemudian harus ada komunikasi yang intens antara leader-leader kita termasuk yang pengajar fasilitator,” kata dia.

Dalam menanggapi masukannya, menurut dia, Nadiem sangat terbuka. Nadiem mengusulkan, nantinya akan dilakukan perbaikan pada setiap angkatan. Ia menuturkan, Guru Penggerak bertujuan untuk menyiapkan pemimpin yang siap menjadi kepala sekolah, pengawas atau kepala dinas.

Selain itu, Nuri juga bercerita kepada Nadiem mengenai desa wisata Kampung Flory yang dikelolanya. Menurut dia, Nadiem sangat mengapresiasi Kampung Flory yang mengusung tema pendidikan dan pariwisata.

“Saya menceritakan tentang sinergi antara dunia pendidikan dan wisata, ternyata bisa saya sinergikan dengan teman-teman,” ucapnya.

Kemudian, esok harinya Nuri mengajak Nadiem untuk melihat Kampung Flory, sekaligus menikmati suasana pedesaan.

Di Kampung Flory, lanjut dia, Nadiem sempat menanam satu pohon yang diberi nama Makarim.

"Sempat menanam pohon juga Pak Menteri. Dinamai pohon Makarim sesuai permintaannya, itu pohon duwet," imbuhnya.

Setelah kunjungan tersebut, Nadiem lalu berpamitan untuk melanjutkan perjalanan sesuai agenda ke Tamansiswa.

 

 

 

Reporter: Dian / Editor: Arik

Foto: Dok. Khoiry Nuria Widyaningrum

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar