Berita Pendidikan

Sebanyak 5 SD di Kabupaten Sleman Gelar Uji Percontohan Penerapan PTM Terbatas

Yogya (RE) - Sebanyak 5 Sekolah Dasar di Kabupaten Sleman melaksanakan uji percontohan penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.

Sekolah yang terpilih tersebut yakni SD Muhammadiyah Gondanglegi, SD Klegung 1, SD Klegung 3, SD Margorejo, dan SDN Merdikorejo.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Gondanglegi, Sri Purwatininghandayani, menyebut bahwa sekolahnya sudah mulai melaksanakan PTM terbatas sejak tanggal 11 Oktober, kemarin.

“Kita mengacu dengan surat edaran oleh Kepala Dinas Pendidikan, sesuai SOP diterapkan pada hari pertama ini dan ke dua nanti, yaitu untuk kelas 5 dan kelas 6. Kemudian untuk hari ketiga untuk kelas 4 dan ke empat bagi kelas 1 dan kelas 2, jadi pelaksanaan ini karena ada penunjukan dari dinas,” kata Sri, dilansir dari KR-Jogja, Selasa (12/10/21).

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan PTM ini, SD Muhammadiyah Gondanglegi menggunakan sistem shift sekolah atau masuk bergiliran. Shift dibagai menjadi dua bagian, yakni mulai pukul 07.30 WIB sampai dengan 09.00 WIB. Kemudian shift ke-dua pada pukul 10.00 WIB sampai 11.00 WIB.

Selain itu, lanjut dia, ruang kelas dalam PTM ini dipakai secara bergantian. Sehingga setiap ruangan yang usai dipakai sebelumnya akan langsung mendapat sterilisasi.

“Yang penting kita mengedepankan 3 K, keamanan, kesehatan dan keselamatan siswa, sesuai protokol kesehatan. Kita sudah melaksanakan persiapan dan telah disetujui oleh Dinas Pendidikan, selain itu seluruh pengajar sekolah telah melaksankan vaksin,” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana, melalui Kabid Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Sleman, Rira Meuthia mengatakan pelaksanaan PTM terbatas kali ini menggunakan sistem sampling, sehingga sekolah yang terpilih telah lolos proses verifikasi oleh Pengawas.

“Insyallah kalau pelaksanaanya berjalan dengan lancar, satu minggu kedepan akan kami evaluasi diharapkan kedepan akan menambah lagi sasaran sekolah yang melaksanakan PTM terbatas, hari ini kita lakukan pemantauan dengan Pengawas, tim Dinas Pendidikan, Kapanewon dan tim Satgas Covid-19, anak-anak terlihat sangat senang dan berseri-seri karena mereka sudah merindukan ingin sekolah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sejauh ini tercatat sebanyak 85 sekolah dasar telah menggelar PTM terbatas, terdiri dari 69 sekolah negeri dan 16 sekolah swasta.

“Jadi dimasing-masing kapanewon ditetapkan 5 sekolah, jadi uji coba selama satu minggu, kami mohon doanya agar semua ini berjalan sesuai yang diharapkan sehingga pembelajaran tatap muka ini dapat berjalan seterusnya,” pungkasnya.

 

 

 

Reporter: Dian / Editor: Arik

Foto: Merdeka.com

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar