Berita Pendidikan

Pemkot Yogyakarta Tidak Mewajibkan Peserta Didik Pada PTM untuk Berseragam

Yogya (RE) - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menegaskan tidak mewajibkan siswa-siswi atau peserta pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas untuk memakai seragam. Kelonggaran tersebut diberikan agar tidak membebani perekonomian para orangtua atau wali murid.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, mengungkapkan bahwa pihaknya dapat memahami kondisi siswa. Apalagi dua tahun PTM terhenti akibat pandemi Covid-19. Dengan demikian, dipastikan banyak seragam siswa yang kondisinya tidak layak pakai.

"Ketentuannya tidak diwajibkan. Tidak ada kewajiban itu, harus pakai seragam dan sebagainya, karena kan pasti ada seragam yang lama sekali tidak dipakai, tahu-tahu sudah gede anaknya," tandas Dedi, dilansir dari Tribun Jogja, Selasa (12/10/2021).

Situasi pandemi Covid-19 ini, menurutya, harus disikapi dengan kebijakan yang luwes. Oleh karena itu, pihaknya juga menyerahkan sepenuhnya kepada siswa, dan tidak perlu memaksakan diri mengenakan seragam ke sekolah, seandainya kondisi memang tidak memungkinkan.

"Kita tidak akan memberatkan orangtua siswa, karena ini masih susana pandemi. Kalau sudah tidak punya, karena kekecilan misalnya, ya tidak usah pakai," tambahnya.

Hanya saja, berdasarkan pantauan di lapangan, dikatakan Dedi, seluruh peserta didik yang mengikuti kegiatan belajar mengajar secara luring, tetap mengenakan seragam. Akan tetapi, Ia kembali menegaskan Disdikpora sama sekali tidak mewajibkan dan membebaskan untuk seluruh siswa.

"Kalau saya lihat, semuanya pakai seragam kok, sampai sejauh ini. Kalau dari kami, karena kondisinya seperti ini, jangankan sudah lusuh, atau kekecilan, tidak memakai seragam juga tidak apa-apa kok itu," paparnya.

Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan, secara keseluruhan, pembelajaran tatap muka terbatas di Kota Yogyakarta berjalan dengan lancar, dan nyaris tanpa kendala. Pasalnya seluruh sekolah disiplin menerapkan ketentuan, terkait protokol kesehatan (prokes).

"Tidak ada laporan yang terpapar Covid-19. Kalau sekolah, guru, kepala sekolah dan satgas konsistan, ya insyaallah aman, kita tekankan terus, agar jangan sampai kendor. Konsisten sejak siswa datang, pelaksaanaan, sampai kepulangan siswa, diatur semua," terangnya.

 

 

 

Reporter: Arin / Editor: Arik

Foto: bloktuban.com

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar