Berita Pendidikan

FRI: Penanganan Stunting Harus Jadi Materi Pembelajaran di Perguruan Tinggi

Yogya (RE) - Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI), Maskuri, menilai stunting atau kegagalan tumbuh pada anak harus menjadi materi belajar pada perguruan tinggi. Pasalnya, mahasiswa harus memiliki pengetahuan terkait pencegahan stunting.

"Mahasiswa adalah calon orangtua juga. Literasi pengetahuan dan info yang memadai terkait nutrisi untuk mencegah stunting sangat penting," kata Maskuri, dilansir dari Medcom.id, Rabu (27/10/21).

Mahasiswa, lanjut Maskuri, dapat diberikan arahan melalui kegiatan-kegiatan pencegahan stunting. Misalnya dalam kegiatan pendidikan hingga pengabdian masyarakat.

"Pembelajaran mahasiswa juga dapat diarahkan melalui kegiatan pendidikan, pengajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, tridarma yang bersinggungan mengenai stunting," sebutnya.

Menurut dia, persoalan stunting harus segera teratasi. Sebab, stunting berpotensi untuk menurunkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia.

Dia khawatir anak Indonesia tidak dapat tumbuh dengan sehat. Apalagi angka stunting di Indonesia masih belum memenuhi standar World Health Organization (WHO).

"Meskipun terjadi penurunan, tapi masih belum memenuhi standar WHO," terang dia.

Maskuri menambahkan, WHO menetapkan angka maksimal stunting sebesar 20 persen. Sedangkan, pada survei terakhir, di tahun 2019, angka stunting di Indonesia telah mencapai sebanyak 27,67 persen.

"Dan pandemi ini bisa memperburuk laju penurunan stunting," pungkasnya.

 

 

 

Reporter: Dian / Editor: Arik

Foto: Ilustrasi Klikdokter.com

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar