Aktivitas

Lokakarya Evaluasi Model Audio Pembelajaran

Yogya (RE) – Sesuai dengan tugas dan fungsinya, Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan dan Kebudayaan (BPMRPK) melakukan pengembangan model dan format media audio dengan menggunakan pendekatan ADDIE Model. ADDIE Model sebagai pendekatan pengembangan model media audio/radio untuk pendidikan yang dilakukan oleh BPMRPK meliputi tahapan analysis, design, development, implementation, and evaluation. Pada tahun 2021 ini, BPMRPK Kemdikbudristek mengembangkan 5 (lima) model pembelajaran berbasis audio. Siklus terakhir dalam tahap pengembangan model pembelajaran berbasis audio ini adalah evaluasi. Untuk itu, BPMRPK melaksanakan Lokakarya Evaluasi Model Audio Pembelajaran terhadap 5 model yang telah dikembangkan yaitu Model ELBI (Evaluasi Pembelajaran Bahasa Indonesia) untuk SMP/MTs, Aplikasi Bahasa Inggris SEE (Smart English Exposure) untuk SMP/MTs, Model BISMA (Bahasa Indonesia SMA/MA), Model Berdikari (Sumber Pendidikan Wirausaha Mandiri) untuk jenjang SMA/MA, dan Model VDL (Vodcast Distance Learning) Mata Pelajaran Program Siaran Jurnalistik dan Artistik untuk SMK.

Lokakarya Evaluasi Model Audio Pembelajaran dilaksanakan selama 3 hari, pada tanggal 3 s.d. 5 November 2021 di hotel Grand Rohan, Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui ketercapaian tujuan pengembangan masing-masing model yang telah dikembangkan, yang selanjutnya sebagai bahan pengambilan keputusan, dan akhirnya dapat dijadikan rekomendasi untuk perbaikan dan pengembangan untuk kelima model tersebut selanjutnya. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota tim model (ELBI, SEE, BISMA, Berdikari, dan VDL) dan guru-guru dari sekolah yang menjadi sekolah contoh untuk pelaksanaan uji coba dan monitoring. Selain itu, hadir Prof. Dr. Samsi Haryanto, M.Pd. sebagai narasumber yang memaparkan materi tentang “Review Hasil Evaluasi Model ELBI, SEE, BISMA, Berdikari, dan VDL.”

Drs. Aristo Rahadi, M.Pd. memulai kegiatan dengan menyampaikan laporan. Kemudian, Kepala Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan dan Kebudayaan (BPMRPK), Dra. Ohorella Erma, M.I.Kom., secara resmi membuka kegiatan dan menyampaikan arahan untuk pelaksanaan kegiatan. Setelah itu, masing-masing tim pengembang model pembelajaran berbasis audio (ELBI, SEE, BISMA, Berdikari, dan VDL) melakukan diskusi hasil monitoring dan evaluasi penerapan model. Acara dilanjutkan dengan paparan hasil evaluasi model oleh masing-masing tim pengembang model. Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan, lima model yang dikembangkan yaitu Model ELBI (Evaluasi Pembelajaran Bahasa Indonesia) untuk SMP/MTs, Aplikasi Bahasa Inggris SEE (Smart English Exposure) untuk SMP/MTs, Model BISMA (Bahasa Indonesia SMA/MA), Model Berdikari (Sumber Pendidikan Wirausaha Mandiri) untuk jenjang SMA/MA, dan Model VDL (Vodcast Distance Learning) Mata Pelajaran Program Siaran Jurnalistik dan Artistik untuk SMK, mendapatkan rekomendasi layak untuk diimplementasikan. Diharapkan 5 (lima) model pembelajaran berbasis audio yang telah dikembangkan oleh BPMRPK tahun ini dapat diproduksi dalam jumlah banyak untuk dapat disebarluaskan dan dimanfaatkan dalam pembelajaran, maupun dikembangkan di kesempatan selanjutnya sesuai dengan komitmen BPMRPK untuk terus berkontribusi dalam menyediakan bahan belajar berbasis audio untuk pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa dan guru.

(Admin / Radio Edukasi / BPMRPK Kemendikbudristek)

 

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar