Aktivitas

Rapat Koordinasi dan Evaluasi Siaran Radio Tahap II

Yogya (RE) – Radio Edukasi merupakan salah satu produk unggulan dari BPMRPK Kemdikbudristek. Radio Edukasi selalu berusaha memberikan layanan siaran pendidikan yang dapat turut mencerdaskan anak bangsa, membangun karakter pancasila, juga memberikan hiburan kepada seluruh lapisan masyarakat, sesuai dengan semboyan Radio Edukasi yaitu cerdas, santun, dan menghibur. Sebagai tindak lanjut Rapat Koordinasi dan Evaluasi Siaran Radio Tahap I pada bulan September lalu, maka diselenggarakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Siaran Radio Tahap II. Hal tersebut dilaksanakan guna mengukur atau melakukan evaluasi terhadap pengelolaan siaran Radio Edukasi yang telah dilaksanakan selama periode Juli s.d. Desember 2021 dan melakukan koordinasi untuk rencana pengelolaan siaran Radio Edukasi di tahun 2022 mendatang. Sehingga Radio Edukasi dapat meningkatkan kualitas siaran pendidikan.

BPMRPK melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Siaran Radio Tahap II selama dua hari, pada tanggal 13 s.d. 14 Desember  2021 di Hotel Grand Rohan, Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengelola Radio Edukasi, JF PTP Produksi Model, dan hadir pula  Bram Antareja (Station Manager Radio Delta FM) sebagai narasumber utama pada kegiatan ini.

Acara dimulai dengan sambutan dari Koordinator JF PTP Produksi Model, Nur Faturrahman, S.Sos., M.Pd., lalu dilanjutkan dengan pengarahan dan pembukaan yang diwakili oleh Ka TU, Joko Wahyono, S.E. Acara dilanjutkan dengan evaluasi teknis. Pada kesempatan ini, masing-masing pihak yang terlibat langsung dalam pengelolaan Radio Edukasi menyampaikan kendala-kendala teknis yang muncul. JF PTP Produksi Model yang terlibat memberikan usulan solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi kendala-kendala yang telah dipaparkan oleh tim teknis pengelola Radio Edukasi. Selain itu, dibahas pula tentang evaluasi pola siar tahun 2021. Seluruh peserta dan undangan yang hadir sangat antusias dalam berdiskusi tentang evaluasi pola siar dan usul saran untuk pola siar di tahun 2022. Sebelum pembahasan evaluasi pola siar, dipaparkan data analitik pendengar streaming Radio Edukasi selama satu tahun yang dapat dijadikan pertimbangan dalam penyusunan pola siar untuk tahun 2022. Setelah selesai pembahasan tentang teknis dan pola siar, acara dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang akan membahas Prosedur Operasional Standar (POS) untuk masing-masing bidang dalam pengelolaan Radio Edukasi yaitu POS program director, POS news director, POS penyiar, POS reporter, dan POS teknis. Masing-masing kelompok akan menyusun POS sesuai pembagian kelompok dan dipaparkan di depan forum.

Hari kedua dimulai dengan paparan dari narasumber yaitu Bram Antareja yang menyampaikan materi terkait pola siar. Bram Antareja juga menekankan tentang manajemen sebuah radio. Selain memberikan paparan materi, Bram Antareja juga menyampaikan masukan tentang hal-hal yang harus diperbaiki dan ditambahkan, serta hal-hal yang harus terus dipertahankan agar positioning Radio Edukasi “Cerdas, Santun, dan Menghibur” semakin kuat. Tak lupa, Bram Antareja memberikan masukan-masukan kepada masing-masing bagian pengelola Radio Edukasi seperti program director, news director, penyiar, reporter, dan media sosial. 

Pengelola Radio Edukasi sangat antusias dengan diskusi dan masukan-masukan yang muncul selama berlangsungnya kegiatan. Usai kegiatan, diharapkan masing-masing bidang dalam pengelolaan Radio Edukasi dapat melakukan yang lebih baik di tahun depan sehingga Radio Edukasi memberikan layanan siaran pendidikan yang lebih baik.

(Admin / Radio Edukasi / BPMRPK Kemdikbudristek)

 

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar