Berita Pendidikan

UGM Luluskan 310 Profesi Insinyur Teknik dan Peternakan

Yogya (RE) - Universitas Gadjah Mada (UGM) meluluskan sebanyak 310 orang insinyur baru, yang terdiri dari 252 orang dari Fakultas Teknik dan 58 orang dari Fakultas Peternakan.

Pelantikan dilakukan oleh Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Selo, M.Sc., Ph.D., dan Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, M.Sc., Ph.D., pada Selasa 11 Januari 2022, bertempat di Graha Sabha Pramana (GSP) UGM.

Dengan demikian, UGM hingga saat ini sudah meluluskan sebanyak 2.215 orang yang semuanya berasal dari pendidikan Program Studi Profesi Insinyur Fakultas Teknik dan Program Profesi Insinyur Fakultas Peternakan.

Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Selo, M.Sc., Ph.D., mengatakan wisudawan yang meraih IPK tertinggi dari jalur reguler diraih oleh Yoseph Wikatama dengan nilai IPK 3,98.

Selanjutnya dari jalur Rekognisi Pengalaman Lampau  (RPL) diraih oleh Hanggara Patriana dengan nilai IPK 3,96.

“Jumlah wisudawan yang lulus dengan predikat cumlaude sebanyak 21 orang,” ujar Selo, Selasa (11/1/2022).

Ia melanjutkan, adapun wisudawan dengan predikat usia tertua diraih oleh Rahmad Jayadi yang lulus di usia 58 tahun 7 bulan. Sedangkan peserta termuda diraih oleh Muhammad Bagas Adi Setyanto yang lulus pada usia 26 tahun 2 bulan.

“Dari komposisi gender, dari fakultas teknik ada 233 wisudawan pria dan 19 wisudawan perempuan. Kita harapkan ke depan semakin banyak insinyur perempuan Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, jumlah wisudawan dari Fakultas Peternakan adalah 58 orang yang terdiri dari jalur reguler sebanyak 5 orang dan jalur RPL 53 orang.

Wisudawan dengan nilai IPK tertinggi dari jalur RPL diraih oleh Yedi Sumaryadi yang lulus dengan IPK 3,94. Sedangkan, dari jalur reguler diraih oleh Miftahush Shirothul Haq dengan nilai IPK 4,00.

Adapun, jumlah wisudawan yang lulus dengan predikat cumlaude sebanyak 7 orang.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Danis Hidayat Sumadilaga, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) turut mengucapkan selamat kepada para insinyur baru tersebut.

Ia menyampaikan, saat ini jumlah insinyur profesional di Indonesia masih sedikit dibanding jumlah penduduk RI.

“Jumlah insinyur dari segi kuantitas, dibanding dengan Vietnam saja, kita baru sepertiganya saja (Vietnam) per satu juta penduduk,” katanya.

Selain itu, menurutnya, seorang insinyur harus mampu menjaga integritas, martabat dan profesionalitas.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus mendukung profesi insinyur dalam peningkatan kualitas maupun kuantitas di Indonesia.

“Kami juga PII mendorong semakin banyaknya terbitnya sertifikasi profesi,” pungkasnya.

 

 

 

Reporter: Dian / Editor: Arik

Foto: Dok. UGM

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar