Berita Pendidikan

Mendikbudristek: SKB 4 Menteri Tentang PTM Sudah Antisipasi Omicron

Yogya (RE) - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, memastikan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri soal Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah terukur. Kebijakan itu juga sudah menimbang ancaman varian Omicron.

Nadiem mengatakan, SKB empat menteri mengakomodasi seluruh skenario aktivitas pendidikan saat pandemi. Baik skenario yang terburuk, maupun skenario ketika pandemi sudah melandai.

"Orang banyak mengira SKB empat menteri itu timing-nya tidak pas dengan adanya Omicron, padahal ini sudah mengakomodasi situasi covid-19 dengan penularan tertinggi maupun rendah," kata Nadiem, melansir keterangan pers Kemendikbud RI, Rabu (19/1/2022).

Menurut dia, saat ini sekolah yang bisa menggelar PTM dengan kapasitas 100 persen hanya di daerah dengan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level satu atau dua. Sehingga, level PPKM itu pun berpengaruh terhadap aturan PTM.

Jika penyebaran Covid-19 kembali mengkhawatirkan di suatu daerah, lanjut dia, PTM di daerah itu pun dapat kembali dihentikan.

"Karena kalau kemarin sudah nol kasusnya, masak anak-anak nggak boleh 100 persen offline, itu enggak masuk akal, makanya kita revisi SKB empat menteri untuk menormalisasi,” ungkapnya.

Nadiem menekankan, berbagai poin antisipasi dalam skenario SKB 4 Menteri tersebut, merupakan aturan permanen yang harus diterapkan oleh sektor pendidikan pada masa pandemi.

"Itu sudah mengatur semua skenario, dari yang terburuk sampai skenario paling baik, jadi ini SKB permanen," pungkasnya.

 

 

Reporter: Dian / Editor: Arik

Foto: Dok. Kemendikbud RI

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar