Berita Pendidikan

Kemendibudristek Bangun Layanan "Rumah Cegah" Atasi KKN dan Kekerasan Seksual

Yogya (RE) - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) membangun Rumah Cegah. Bangunan yang sebelumnya merupakan pos keamanan ini diubah menjadi pos layanan publik untuk pengaduan praktik Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN) hingga kekerasan seksual di lingkungan Kemendikbudristek.

"Rumah ini juga menjadi simbol penangkal KKN, serta mencegah intoleransi, kekerasan seksual, dan perundungan di lingkungan Kemendikbudristek," kata Irjen Kemendikbudristek, Chatarina Muliana Girsang, dalam keterangan tertulis, Selasa (26/4/2022).

Dia berharap masyarakat di lingkungan Kemendikbudristek dapat memanfaatkan layanan tersebut. Layanan ini nantinya juga akan terintegrasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Jadi, semua informasi tidak hanya tiga dosa besar itu (tiga dosa besar pendidikan: intoleransi, kekerasan seksual, perundungan), korupsi pun bisa kita proses di sini," tutur dia.

Chatarina juga memastikan identitas pelapor akan dirahasiakan. Hal itu guna menghidari pelapor dari ancaman atau hal-hal merugikan terkait pelaporannya.

"Jadi, dipastikan mereka yang melapor merasa nyaman, tenang," tutur dia.

Ia menambahkan, setiap laporan yang masuk akan diproses dengan cepat. Dengan catatan, laporan yang diberikan memenuhi syarat yang diperlukan.

"Sebenarnya laporan langsung direspons, memang itu harus digali. Jadi, kita perlu skrining terkait bukti yang disampaikan. Kalau itu cukup lengkap dan sudah menjadi dasar untuk bergerak itu akan segera," pungkasnya.

 

 

Reporter: Dian / Editor: Arik

Foto: Dok. Itjen Kemendikbudristek

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar