Berita Pendidikan

Sinergi dan Kolaborasi dengan Pemda, Upaya Implementasi Kurikulum Merdeka

Yogya (RE) - Dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan memanfaatkan platform Merdeka Mengajar di satuan pendidikan pada tahun ajaran baru, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) perlu untuk terus melakukan sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah (Pemda).

Hal tersebut disampaikan Direktur Guru Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kemendikbudristek, Rachmadi Widdiharto, saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Surabaya dan Bupati Sidoarjo terkait implementasi Kurikulum Merdeka dan pemanfaatan platform Merdeka Mengajar di satuan pendidikan pada tahun ajaran baru, Senin (25/7).

Ia mengatakan bahwa dengan adanya sinergi yang baik antara pusat dan daerah ini, harapannya masyarakat mendapat pemahaman utuh tentang Kurikulum Merdeka untuk mencegah miskonsepsi. Pertemuan tersebut dilakukan secara terpisah di Kantor Wali Kota Surabaya dan di Pendopo Bupati Sidoarjo.

“Kita ingin membangun sinergi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan, khususnya pemerintah daerah, agar tidak terjadi miskonsepsi tentang Kurikulum Merdeka, dan mendorong guru untuk terus belajar dan berbagi melalui Platform Merdeka Mengajar,” kata Rachmadi, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/7/2022).

Pertemuan dengan pimpinan daerah ini, dikatakannya, bertujuan untuk mengajak bersama pemerintah daerah meninjau pelaksanaan implementasi Kurikulum Merdeka tahap awal di satuan pendidikan. Melalui implementasi Kurikulum Merdeka, pihaknya ingin memulihkan pembelajaran sekaligus mencetak Profil Pelajar Pancasila.

“Kurikulum Merdeka dilakukan dalam rangka memulihkan pembelajaran melalui pembelajaran bermakna, menyenangkan, dan relevan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan tahap perkembangan murid. Kita ingin murid-murid kita menjunjung Profil Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, bergotong royong, serta berkebinekaan global,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Surabaya, Eri Cahyadi menyambut baik dan mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan di Kota Surabaya. Ia berharap, terobosan Kemendikbudristek ini akan membuat pembelajaran menjadi lebih mudah bagi peserta didik dalam upaya menghasilkan anak-anak yang memiliki rasa toleransi, cinta tanah air, dan saling menghormati.  

“Atas nama pemerintah kota Surabaya, saya mendukung penuh implementasi Kurikulum Merdeka di Surabaya,” tuturnya saat menerima kunjungan kerja tersebut. 

Eri Cahyadi sepakat bahwa penerapan Kurikulum Merdeka bukan sekadar untuk 'gaya-gayaan sekolah' ataupun pencitraan dinas, melainkan harus berdasarkan inisiatif dan hasil refleksi sekolah agar penerapannya tumbuh secara organik dan tidak dipaksakan. 

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah, lanjut Eri, perlu mendukung penguatan karakter pada anak agar merdeka lebih bebas berekspresi. Pasalnya, setiap anak memiliki gaya belajar dan keunikannya sendiri-sendiri.

“Kita dukung anak-anak pintar atau sukses dengan keunikannya masing-masing di bidangnya seperti seni, matematika, musik, namun nilai-nilai Pancasila harus tetap terpatri dalam jiwa peserta didik,” imbuh Eri.

Eri menambahkan, Kota Surabaya akan menyiapkan beberapa dukungan untuk mendampingi guru-guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka khususnya melalui pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar secara lebih masif dan optimal.

“Output dan outcome dari implementasi Kurikulum Merdeka akan menjadi indikator kinerja Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Selain itu, saya telah bertemu dengan pimpinan perguruan tinggi, ada banyak mahasiswa program kampus merdeka yang bisa menjadi talent pool untuk mendampingi komunitas belajar dan guru-guru kita belajar Platform Merdeka Mengajar,” paparnya. 

Senada dengan Walikota Surabaya, Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlar Ali, juga turut mendukung penuh implementasi Kurikulum Merdeka di Kabupaten Sidoarjo.

“Kami ingin anak-anak kita memiliki daya saing yang kuat, dapat bertahan di tengah berbagai tantangan zaman, mampu menggerakkan dan mempengaruhi orang lain secara positif, pintar menempatkan diri, serta mampu bekerja sama. Kunci dari ini semua adalah melalui pendidikan,” ujar Ahmad Muhdlar.

Ia memahami bahwa kunci keberhasilan dari implementasi Kurikulum Merdeka ini adalah bagaimana guru-guru harus belajar melalui komunitas belajar dan memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar. 

“Mindset menunggu bimtek masih melekat pada guru-guru kita. Saya minta Dinas Pendidikan jangan pernah minta bimtek dan instruktur buat guru-guru kita. Kita perlu mendorong guru-guru kita belajar di platform dan di komunitas belajar guru,” tegas Muhdlar saat audiensi dengan Direktur Guru Dikdas di Pendopo Bupati Sidoarjo.

Untuk diketahui, saat ini terdapat 850 satuan pendidikan di Kota Surabaya dan 805 satuan pendidikan di Kabupaten Sidoarjo yang mendaftar implementasikan Kurikulum Merdeka jalur mandiri.

 

 

Reporter: Arin / Editor: Arik

Foto: Kemendikbudristek

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar