Berita Pendidikan

Kabupaten Klungkung Dukung Implementasi Kurikulum Merdeka

Yogya (RE) - Sejalan dengan pembangunan, Kabupaten Klungkung dukung Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang merupakan program prioritas Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, menyambut baik dan sangat mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.

Suwirta menyampaikan bahwa pembangunan Kabupaten Klungkung berorientasi pada inovasi untuk kesejahteraan masyarakat dan keunggulan daerah dengan tetap memperhatikan keberlanjutan kelestarian alam dan lingkungan. Orientasi pembangunan ini yang akhirnya menjadi acuan dan diturunkan ke dalam program setiap sekolah di Kabupaten Klungkung dalam menentukan inspirasi tema proyek pembelajaran yang dilakukan di sekolah. 

“Pada tahun 2013, kami pernah mengimbau semua guru di Kabupaten Klungkung untuk menggunakan 5 hingga 10 menit di setiap mata pelajaran dengan pendidikan karakter. Saya menyadari karakter itu sangat penting. Jika karakter dibangun dengan baik, maka sumber daya manusia bisa kita andalkan untuk membangun negara ini dengan berkualitas” ujar I Nyoman Suwirta, dalam siaran pers Kemendikbudristek, Rabu (3/7/2022).

Konsep Kurikulum Merdeka ini, dikatakannya, selain mengikuti talenta dari anak-anak, juga diharapkan bisa mengadopsi kearifan lokal yang ada.

“Oleh sebab itu saya berharap kepada guru bisa menerjemahkan Kurikulum Merdeka ini untuk menciptakan anak-anak yang berkualitas, berkarakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila,” jelas Suwirta. 

Sementara itu, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kemendikbudristek, Anindito Aditomo, mengatakan bahwa Kemendikbudristek terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, organisasi-organisasi guru, dan pemangku kepentingan lainnya. Hal itu bertujuan untuk terus memberikan pemahaman terkait Kurikulum Merdeka agar tidak terjadi miskonsepsi.

Anindito mengatakan, upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikbudristek yang ada di provinsi. Koordinasi yang dilakukan tersebut tak lain agar implementasi Kurikulum Merdeka dapat dipahami secara utuh oleh semua pihak.

“Kurikulum Merdeka dirancang untuk memudahkan guru dalam mengajar yang berorientasi pada murid, sehingga menghadirkan pengalaman belajar yang terbaik bagi anak-anak kita,” terang Anindito.

 


Reporter: Arin / Editor: Arik
Foto: Kemendikbudristek

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar