Berita Pendidikan

BBGP DIY Adakan Ramah Tamah dan Pembinaan Pegawai

Yogya (RE) - Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) DIY menyelenggarakan pembinaan pegawai. Acara diawali dengan ramah tamah dilanjutkan dengan penyampaian informasi terkait SK pegawai dan pembagian kelompok kerja yang terbagi atas 5 pokja.

Koordinator Humas, Kemitraan dan Komunitas, Nunik Sukeksi, S.H., M.Pd. menginformasikan, terbentuknya lima pokja di BBGP DIY tersebut meliputi (1) Pokja Transformasi Sekolah; (2) Pokja Transformasi Kepemimpinan Sekolah; (3) Pokja Pembelajaran; (4) Pokja Transformasi Digital, (5) Pokja Kemitraan, Kehumasan dan Pemberdayaan Komunitas; serta (6) Bagian Umum.

 

Selanjutnya Kepala BBGP DIY, Dr. Adi Wijaya, S.Pd., M.A., dalam arahannya mengajak seluruh pegawai untuk mendukung visi misi presiden melalui Kemendikbudristek, yaitu menciptakan SDM yang unggul, berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui profil pelajar pancasila. Untuk mewujudkan hal tersebut, Adi Wijaya mengharapkan, BBGP DIY melakukan koordinasi, kolaborasi dan sinergi antar pemangku kepentingan yang ada di DIY, baik dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya, serta Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk peningkatan mutu di Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Semua pemangku kepentingan di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki kontribusi bersama-sama sesuai visi misi pelajar pancasila sehingga perlu berkolaborasi, dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Hal ini akan menjadi kekuatan bersama untuk memajukan pendidikan di DIY, apabila semua pemangku kepentingan duduk bersama dalam pertemuan rutin, untuk membicarakan permasalahan pendidikan dan menampilkan program masing-masing agar tidak tumpang tindih, tambahnya.

 

Adi Wijaya, menyampaikan agar Radio Edukasi melakukan banyak kerja sama dengan stasiun-stasiun radio di Yogyakarta, untuk menyiarkan konten pendidikan yang dikembangkan BBGP DIY. Selain itu agar dapat menjalankan tugas dan fungsi BBGP DIY secara maksimal, SDM BBGP sebaiknya memiliki “kantor kedua” yaitu sekolah-sekolah,   untuk melakukan pengamatan langsung sehingga akan muncul ide-ide baru. Sebaliknya pihak sekolah juga diharapkan menganggap BBGP DIY sebagai “kantor kedua” pula. 


 

Reporter: Inna/RE

Foto: Radio Edukasi

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar