Berita Pendidikan

Dirjen GTK Dorong Calon Guru Penggerak Capai Hasil Belajar yang Makin Implementatif

Yogya (RE) - Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) terus mendorong agar guru menjadi pemimpin pendidikan yang dapat mewujudkan rasa aman, nyaman, dan bahagia dalam pembelajaran di satuan pendidikan.

PGP dirancang dengan menggunakan pendekatan andragogi dan pembelajaran campuran (blended learning) selama 6 bulan yang didesain untuk mendukung hasil belajar yang implementatif berbasis lapangan.

“Untuk itulah, dalam pelaksanaannya program ini 70 persennya dihadirkan dalam format on the job training, di mana, meskipun guru-guru ikut sebagai peserta, ia tetap dapat bertugas mengajar dan menggerakkan komunitas di sekolah mereka masing-masing,” ujar Direktur Jenderal GTK, Iwan Syahril dalam sambutan secara virtual melalui kanal Youtube Ditjen GTK Kemdikbud, Rabu (24/8/2022). 

Iwan pun mengimbau bagi calon Guru Penggerak Angkatan 6, Dirjen Iwan berpesan agar tetap kuat dalam menjalani pendidikan selama beberapa bulan ke depan. Menurutnya, 20 persen program ini dirancang dalam bentuk kegiatan belajar bersama rekan sejawat, dan 10 persen dilakukan dalam bentuk pembelajaran bersama narasumber, fasilitator, dan pendamping 

“Jika dalam menempuh perjalanan nanti Bapak/Ibu merasa semangatnya menurun, ingatlah kembali motivasi awal saat mengikuti seleksi, ingatlah, bahwa Bapak/Ibu adalah suluh penerang, pemberi petunjuk arah kemajuan pendidikan kita. Di samping Bapak/Ibu guru sekalian akan selalu ada Pengajar praktik, Fasilitator dan rekan sesama Calon Guru Penggerak yang dapat menjadi teman seiring, sesama pemberi energi dan semangat,” paparnya. 

Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) merupakan program pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui pelatihan dan pendampingan guru. Program ini berfokus pada kepemimpinan pembelajaran, agar guru dapat menggerakkan komunitas belajar, baik di dalam dan di luar lingkungan sekolah masing-masing, serta dapat mendorong terwujudnya cita-cita Merdeka Belajar sepenuhnya bagi para peserta didik.

 

 

Reporter: Arin / Editor: Arik
Foto: Kemendikbudristek

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar