Berita Pendidikan

Audiensi dengan BBGP DIY, Disdikpora Kota Yogyakarta Dukung Program Prioritas Kemendikbudristek

Yogya (RE) - Dalam rangka penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta.

Kepala BBGP DIY, Adi Wijaya, mengatakan bahwa saat ini ada 33 BBGP dan Balai Guru Penggerak (BBGP) se-Indonesia, di mana 6 di antaranya yakni BBGP.

"Adanya BBGP DIY ini bertujuan melakukan pengembangan dan pemberdayaan guru, tenaga pendidikan, calon kepala sekolah, pengawas sekolah," ujar Adi Wijaya, pada saat audiensi di kantor Disdikpora Kota Yogyakarta, Selasa (30/07/2022). 

BBGP DIY, dikatakan Adi, juga bertujuan untuk mengawal program prioritas Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Di mana terdapat 3 program prioritas, yakni sekolah penggerak, Program Guru Penggerak (PGP), dan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). 

"Kami sudah berupaya mengakomodir kebutuhan pendidikan. Seperti webinar dan coaching clinic, bahkan terakhir kami mengadakan coaching clinic bagi penggerak komunitas," paparnya. 

Menurutnya, Kemendikbudristek mendorong para tenaga pendidik untuk memiliki motivasi belajar secara mandiri. Sehingga para guru di komunitas belajar dapat mendaftar di Platform Merdeka Mengajar (PMM). 

Ia menyebut, tentunya nanti akan ada perubahan budaya. Pelatihan yang ada selama ini bersifat tatap muka dengan pendampingan instruktur. Namun dalam kebijakan ke depan, Kemendikbudristek bertujuan untuk lebih banyak melalui teknologi PMM. Dengan demikian, pihaknya berharap platform Merdeka Mengajar dapat dimanfaatkan guru. 

"Memang kalo secara individu belajar itu mungkin merasa lebih berat, jadi bisa dilakukan dengan adanya komunitas belajar tadi. Sekolah di bawah naungan Disdikpora Kota Yogyakarta juga diharapkan bisa menginspirasi daerah lain melalui PMM ini," tegas Adi. 

Selain tiga prioritas, BBGP DIY pun akan mengembangkan model pelatihan sesuai kebutuhan guru. Sehingga pihaknya membutuhkan data terkait kompetensi guru khususnya di kota Yogyakarta.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori mengatakan, bahwa pihaknya menyambut baik berbagai program dari Kemendikbudristek. Dukungan juga akan terus digulirkan bagi pemangku kepentingan, khususnya dalam bidang pendidikan. 

"Kami di sini sebagai pelaksana urusan pendidikan akan melaksanakan dengan baik, mendukung kebijakan dari Kemendikbudristek, khususnya sekolah penggerak, guru penggerak, dan IKM," kata Budi saat menerima audiensi dari BBGP DIY. 

Budi mengungkapkan, pihaknya memoderasi berbagai macam kepentingan masyarakat terkait pelaksanaan pembelajaran di kota Yogyakarta. Pasalnya sebagian besar masyarakat belum memahami Kurikulum Merdeka.

"Kami juga intens dengan pelaksana program sekolah penggerak. Jadi perlu juga untuk lebih mengenalkan kurikulum dan program Kemendikbudristek ini kepada masyarakat," tegasnya. 

Budi menambahkan, hingga saat ini juga ada pertemuan rutin dengan pelaksana program dan guru penggerak. Bahkan jika ada permasalahan yang perlu didiskusikan di antara mereka, pihaknya akan memfasilitasi di Disdikpora Kota Yogyakarta.

 


Reporter: Arin / Editor: Arik
Foto: Arin

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar