Berita Pendidikan

BBGP DIY Berikan Orientasi Pendampingan Program Sekolah Penggerak

Yogya (RE) - Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selenggarakan Orientasi Pendampingan Program Sekolah Penggerak (PSP) Angkatan 1 Tahun ke-2. Kepala Bagian Umum BBGP DIY, Hari Suryanto, mengatakan bahwa PSP dinilai sudah cukup familiar di antara para guru dan tenaga kependidikan saat ini.

"Program sekolah penggerak sudah cukup familiar dan ini adalah tahun kedua. Saya rasa para guru sudah menengenalnya, apalagi transformasi pendidikan yang selalu didengungkan oleh Kemendikbudristek," ujar Hari, pada kegiatan tersebut, Jumat (23/9 /2022).

Ia menjelaskan, Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, sedari awal pencentusan Merdeka Belajar memiliki dua hal yang bisa menjadi dasar kebijakan tersebut. Pertama yakni mengenai kompetensi membaca peserta didik di Indonesia yang masih berada di urutan bawah dari negara-negara lain.

Menurutnya, berdasarkan data Programme International for Student Assessment (PISA) tahun 2018, skor membaca Indonesia ada di peringkat 72 dari 77 negara. Kondisi ini menjadi tantangan untuk dilakukan program yang holistik untuk penguatan literasi di Indonesia.

Membahas literasi, lanjutnya, sangat erat kaitannya dengan kondisi sumber daya manusia Indonesia. Hal itu juga merupakan harapan terkait pendidikan di Indonesia.

"Jadi sekitar 70 persen pelajar usia di bawah 15 tahun kompetensi membaca masih di bawa minimal. Indonesia masih di bawah negara-negara lain, bahkan 5 terbawah pada negara yang mengikuti PISA," jelas Hari.

Kemudian hal mendasar yang kedua, dikatakan Hari, Mas Menteri menilai kondisi Indonesia juga sulit menciptakan generasi siap kerja. Ia mengungkapkan, terdapat fakta yang menyebutkan bahwa dari 5 perusahaan kesulitan mencari lulusan perguruan tinggi yang siap kerja.

"Jadi ada dua hal yang mendasari untuk mentransformasi pendidikan melalui Merdeka Belajar. Apalagi 3 tahun terakhir penilaian Indonesia terkait literasi juga masih berada di urutan bawah," papar Hari.

Hari menambahkan, hingga saat ini kebijakan nasional pada Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) selalu berkembang dan terus dilakukan. Banyak hal kebijakan transformasi pendidkkan yang harus dilakukan dari jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi.

"Kemendikbudristek terus melakukan upaya perbaikan pendidikan di Indonesia. Bahkan sekarang ini sudah pada kebijakan Merdeka Belajar episode 22, terkait transformasi seleksi Perguruan Tinggi Negeri," ujar Hari. 

 

Reporter: Arin / Editor: Arik
Foto: Youtube BBGP DIY

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar